Other

Sebanyak 103.602 Pekerja Industri Hulu Migas Telah Vaksin

img title

Petroenegy.id, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) telah menunjukkan upaya nyata untuk mendukung Pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19. Tercatat sampai kuartal 3 tahun 2021 jumlah pekerja di indusri hulu migas yang telah mendapatkan vaksin mencapai 103.602 orang atau sebesar 93% dari target.

Untuk pekerja di lingkungan SKK Migas yang telah mendapatkan vaksin mencapai 1.641 orang atau mencapai 98%. Sebanyak 33 orang atau sebesar 2% dari target belum vaksin karena kormobit, hamil & paska melahirkan serta belum memasuki 3 bulan paska covid.

Sekretaris SKK Migas Taslim Z Yunus mengatakan, tingginya capaian vaksinasi di industri hulu migas menunjukkan dukungan kuat dan nyata dari para pelaku usaha hulu migas dalam mensukseskan Program Pemerintah. “Kami menyadari bahwa dibukanya secara normal aktivitas perekonomian dan usaha sangat ditentukan salah satunya adalah keberhasilan pelaksanaan vaksin untuk menciptakan herd immunity. Saat ini capaian vaksinasi di industri hulu migas maupun pekerja di lingkungan SKK Migas telah berada diatas target Pemerintah yang sebesar 70% sampai akhir tahun 2021”, katanya pada Minggu (23/10/2021) di Jakarta.

Lebih lanjut Taslim mengatakan, bahwa tidak hanya vaksin, protokol kesehatan diterapkan di industri hulu migas melampaui protokol yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Meskipun menerapkan protokol kesehatan secara ketat, kinerja hulu migas tetap mampu dipertahankan dengan baik, meskipun ada beberapa hal yang masih membutuhkan kerja keras sampai akhir tahun untuk bisa mencapai target.

“Kami menyadari betul bahwa sebagai sektor usaha yang masuk dalam kriteria esensial dan sangat dibutuhkan terkait penyediaan energi dan bahan baku industri, maka kami sangat menghindari terjadinya kejadian Covid-19 karena akan mengganggu operasional hulu migas. Dalam beberapa kejadian seperti di proyek, dapat menyebabkan mundurnya penyelesaian beberapa proyek hulu migas. Tertundanya jadwal onstream di Proyek Tangguh Train 3 dan Jambaran Tiung Biru salah satu faktornya adalah terjadi outbreak karena ada beberapa pekerja proyek yang terkena Covid-19, akibatnya sesuai prosedur proyek dihentikan sementara”, kata Taslim.

“Berhentinya proyek ini tentu menyebabkan mundurnya jadwal penyelesaiannya dan berdampak pada belum masuknya tambahan produksi minyak dan gas. Namun kami bersyukur secara keseluruhan operasional dan proyek hulu migas dapat dijaga dari kasus Covid-19”, tambah Taslim.

“Keberhasilan tersebut berdampak mengembirakan. Hingga kuartal 3 tahun 2021 capaian lifting migas mencapai 96% dari target dan telah memberikan kontribusi penerimaan negara sebesar US$ 9,53 miliar atau setara dengan Rp 136,8 triliun atau sudah mencapai 131% dari target APBN”, pungkas Taslim. [mk]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category