Other

Pil KB Ibu Menyusui Untuk Cegah Stunting

img title

Petroenergy.id, NGANJUK - Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, melakukan peluncuran Pil KB bagi Ibu Menyusui dalam Mendukung ASI Eksklusif Guna Mencegah Stunting.

Acara peluncuran berlangsung di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (19/01/2022). "Selain untuk mendukung ASI eksklusif, pil KB ini juga berguna untuk pencegahan stunting bagi anak," ujar Hasto Wardoyo.

Hasto mengungkapkan Kabupaten Nganjuk dipilih menjadi lokasi kegiatan karena kontribusi aktif dan peran dari semua pihak, baik kader KB, sukarelawan, kepala daerah dan masyarakat.

"Nganjuk menjadi percontohan nasional. Stunting di Kabupaten Nganjuk rendah yaitu 9 persen. Masyarakat di sini biasa, ekonominya juga biasa dan angka stuntingnya rendah. Inikan luar biasa," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Hasto mengajak keluarga Indonesia untuk menyelamatkan anak-anak dari ancaman stunting. Saat ini satu dari empat anak yang lahir di Indonesia mengalami stunting.

Kondisi ini, demikian Hasto, dapat berdampak pada generasi penerus bangsa di masa depan. Dengan kondisi stunting, anak-anak akan sulit bermain dan belajar. Pada gilirannya akan mempengaruhi kualitas kesehatan mereka di masa depan.

"BKKBN telah melakukan penajaman target sasaran intervensi untuk melakukan percepatan penurunan kasus stunting di Indonesia," papar Hasto.

Upaya itu meliputi intervensi terhadap calon pengantin hingga janin dan bayi dalam 1.000 hari pertama kehidupan pada masa ibu hamil dan masa pasca persalinan.

"Dalam pelaksanaannya, kami menggandeng seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah hingga lapisan masyarakat," kata Hasto.

Hasto menerangkan Pil KB Progestin atau Pil KB untuk ibu menyusui bisa menjadi salah satu obat kontrasepsi untuk ibu menyusui yang aman untuk dikonsumsi.

Pil KB itu hanya mengandung hormon progesterone yang merupakan salah satu hormon yang bermanfaat dalam membantu produksi ASI.

Turun per Tahun

Sementara itu, Plt. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menerangkan bahwa jumlah stunting di daerahnya mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Dijelaskan Marhaen Djumadi, pada 2018 prevalensi stunting di Nganjuk mencapai 16,1%. Tahun 2019 turun menjadi 11,48%. Selanjutnya di 2020 jumlahnya 11,01% dan pada 2021 hanya 9,63%.

“Komitmen Pemkab Nganjuk terhadap KB lebih fokus pada stunting. Ini dibuktikan dengan adanya tiga tim pendamping keluarga di setiap desa. Totalnya mencapai 2.550 kader KB di Kabupaten Nganjuk,” ungkap Marhaen.

Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, mengapresiasi Pemkab Nganjuk yang bisa mencapai prevalensi stunting di angka 9 persen.

“Di bawah kepemimpinan bapak Bupati, stunting bisa teratasi di angka 1 digit. Melampaui target pak Presiden 14 persen,” terang Kusnadi.

Kusnadi juga menerangkan stunting di Indonesia masih menunjukkan angka yang tinggi, dan diharapkan di 2024 bisa memenuhi atau di bawah angka standar WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), mencapai 14 persen.

“Dengan pencapaian melebihi target Presiden, Kabupaten Nganjuk bisa jadi percontohan di wilayah Jawa Timur,” pungkas Kusnadi. [san]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category