Opinion

Menjaga Kekayaan Maritim Indonesia

img title

"Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudra, menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa."

 

"Angin bertiup layar terkembang, ombak berdebur di tepi pantai, pemuda berani bangkit sekarang, ke laut kita beramai-ramai."

 

"Nenek Moyangku Orang Pelaut". Itulah judul syair lagu di atas yang diciptakan pada 1940 silam oleh Saridjah Niung, sosok yang dikenal dengan panggilan Ibu Soed.

 

Lagu itu dibuat Ibu Soed tentu punya tujuan, khususnya kepada generasi penerus bangsa. Yaitu untuk membangkitkan semangat dan kecintaan mereka terhadap kebaharian yang dimiliki bangsa ini.

 

Penelitian yang dilakukan psikolog dari Emory University di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Marshall Duke dan Robyn Fivush menemukan bahwa semakin banyak anak-anak tahu, makin kuat perasaan mereka dalam mengendalikan hidup, makin tinggi harga diri mereka. Termasuk dalam mengenal potensi kebaharian Indonesia.

 

Mari kita simak. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memaparkan bahwa Indonesia memiliki 17.499 pulau dari Sabang sampai Merauke.

 

Lautan Indonesia seluas 3,25 juta kilometer persegi dari total luas wilayah 7,81 juta kilometer persegi. Sementara luas daratan 2,01 juta kilometer persegi, dan 2,55 juta kilometer persegi merupakan luas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

 

Dengan luas perairan lebih besar dari luas daratan, seperti dilansir HaiBunda.com, Indonesia pun dikenal sebagai Negara Maritim yang perlu dijaga kekayaannya.

 

Mengapa perlu dijaga? Karena seiring perkembangan lingkungan strategis, peran laut menjadi signifikan serta dominan dalam mengantar kemajuan suatu negara.

 

Alfred Thayer Mahan, seorang Perwira Tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat, dalam bukunya “The Influence of Sea Power upon History” mengemukakan teori bahwa "sea power" merupakan unsur terpenting bagi kemajuan dan kejayaan suatu negara.

 

Jika saja kekuatan-kekuatan laut tersebut diberdayakan, maka akan meningkatkan kesejahteraan dan keamanan suatu negara.

 

Jika diabaikan, maka akan berakibat kerugian bagi suatu negara atau bahkan meruntuhkan negara tersebut, tulis Indrita Hardiana, SH/Benedicta Trixie, S.IP (Asisten Deputi Bidang Pertahanan, Keamanan, dan Pertanahan, Deputi Polhukam, Sekertariat Kabinet).

 

Garis Pantai Terpanjang

 

Dalam hal kebaharian, Indonesia sungguh luar biasa. Jika dilihat secara geografis, Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia (sekitar 81.000 km).

 

Kelebihan ini merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia. Data Food and Agriculture Organization di 2012, Indonesia pada saat ini menempati peringkat ketiga terbesar dunia dalam produksi perikanan di bawah China dan India.

 

Perairan Indonesia juga menyimpan 70 persen potensi minyak karena terdapat kurang lebih 40 cekungan minyak berada di perairan Indonesia. Namun, baru sekitar 10 persen yang telah dieksplor dan dimanfaatkan.

 

Kawasan maritim Indonesia memiliki beragam potensi. Antara lain perikanan, industri bioteknologi kelautan, perairan dalam (deep ocean water), wisata bahari, energi kelautan, mineral laut, pelayaran, pertahanan hingga industri maritim. Potensi itu  dapat memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

 

Kehadiran pemerintah (government will) dibutuhkan untuk bisa menjaga dan mempertahankan serta mengolah kekayaan dan potensi maritim Indonesia.

 

Untuk mengolah sumber daya alam laut, memang diperlukan perbaikan infrastruktur, peningkatan SDM, modernisasi teknologi dan pendanaan yang berkesinambungan dalam APBN.

 

Sumbangsih KKP

 

Namun, tidak cukup hanya itu. Sebagai kementerian yang ikut menjaga dan mengelola potensi kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut memberikan sumbangsihnya.

 

Sumbangsih yang dikemas dalam sederet program itu di antaranya adalah kemampuan dalam melakukan pemberantasan praktik-praktik "illegal and destructive fishing". Ratusan kapal nelayan negara tetangga berhasil ditangkap dan atau ditenggelamkan oleh jajaran KKP karena kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia.

 

KKP juga mengembangkan program pemberantasan penyelundupan bersama pihak terkait, selain juga mendorong program budidaya perikanan berkelanjutan berbasis teknologi ramah lingkungan hingga pelatihan SDM dan pakan mandiri.

 

Pendekatan program yang dikembangkan KKP tampaknya bertalian erat dengan teori Alfred Thayer Mahan mengenai persyaratan yang harus dipenuhi untuk membangun kekuatan maritim. Di antaranya posisi dan kondisi geografi, luas wilayah, jumlah dan karakter penduduk, serta karakter pemerintahannya.

 

Guna menjaga kekayaan maritim nasional, peran swasta sangat dibutuhkan. Ini agar tidak membebani APBN. Agar juga pemerintah bisa lebih mampu menjamin penggunaan laut untuk kepentingan nasional dan mencegah lawan menggunakan potensi laut.

 

Menjaga kekayaan maritime berarti juga Indonesia harus memiliki sikap tegas dan sekaligus bersahabat dengan negara yang wilayah maritimnya berbatasan dengan Indonesia. Dalam hal ini ada sepuluh negara.

 

Wilayah yang berbatasan dengan Indonesia, yaitu India (Landas Kontinen, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)), Thailand (Landas Kontinen, ZEE), Malaysia (Laut Wilayah, ZEE, Landas Kontinen), Singapura (Laut Wilayah), Vietnam (Landas Kontinen, ZEE), Filipina (ZEE, Landas Kontinen), Palau (ZEE, Landas Kontinen), Papua Nugini (ZEE , Landas Kontinen), Timor Leste (Laut Wilayah, Landas Kontinen, ZEE) dan Australia (ZEE, Landas Kontinen).

 

Dari sejumlah perbatasan itu, Indonesia telah menyelesaikan sebagian penetapan batas maritim dengan India (Landas Kontinen), Thailand (Landas Kontinen), Malaysia (sebagian Laut Wilayah, Landas Kontinen), Singapura (sebagian Laut Wilayah), Vietnam (Landas Kontinen), Filipina (ZEE), Papua Nugini (ZEE, Landas Kontinen) dan Australia (ZEE, Landas Kontinen).

 

Jika seluruh penetapan batas wilayah maritim ini selesai dengan mulus, maka menjaga kekayaan maritim Indonesia adalah sebuah keniscayaan. [Sancoyo Rahardjo]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category