Other

Mendulang Untung Di Tengah Memanasnya Hubungan Dua Negara

img title

Petroenergy.id, JAKARTA - Hubungan Australia dan China masih memanas. Belum lama ini pemerintah federal Australia dikabarkan membatalkan perjanjian antara Pemerintah Daerah Victoria dengan program pembangunan infrastruktur China yaitu Belt & Road Initiatives (BRI).

Pakta tersebut dinilai tidak sesuai dengan kebijakan luar negeri Australia. Demikian diberitakan pers.

Hubungan Australia dan China memanas akibat Covid-19. China dibuat geram karena Australia meminta investigasi independen terkait asal usul wabah Covid-19.

Melansir Argus Media, pada Februari lalu Australia benar-benar tak mengirimkan batu bara termal ke China. Namun  perdagangan bijih besi tetap berjalan dengan lancar. Australia tetap mengirim 80% dari bijih besinya ke China.

Hubungan bilateral antara kedua negara ini menguntungkan Indonesia karena kebanjiran permintaan impor batu bara di tengah ekonomi China yang kian ekspansif.

Menurut State Grid Corporation of China (SGCC), konsumsi listrik Negeri Tirai Bambu di kuartal kedua berpotensi naik 9% (yoy).

Di saat yang sama pasokan batu bara domestik China sangat ketat. Stok di pelabuhan Qinhuangdao China tercatat 4,21 juta ton dan jauh di bawah target pemerintah 5 juta ton jelang musim restoking saat musim panas tiba.

Diberitakan, sempat terjadi kecelakaan di industri pertambangan di provinsi Gansu China barat laut pada 19 April. Ini merupakan kecelakaan keempat di sektor batu bara negara itu bulan ini sehingga membatasi produksi.

Aktivitas operasi di 52 tambang batu bara di provinsi Shanxi yang merupakan penghasil terbesar di China telah ditangguhkan.

Hal ini sejalan adanya inspeksi keselamatan menyusul tiga kecelakaan fatal terkait pertambangan selama Januari-Maret. Akibatnya banyak importir batu bara China yang secara agresif melakukan impor.

Namun utilitas China belum menerima instruksi apa pun tentang berapa banyak kuota impor yang tersedia untuk penyetokan ulang musim panas.

"Kami berasumsi bahwa tidak adanya pembatasan impor yang terlihat mungkin merupakan cara halus untuk memberi kami lampu hijau untuk mengambil kargo lewat laut. Ini hanya risiko yang harus kami tanggung saat mengambil batu bara impor," ujar mereka.

Ketatnya pasokan batu bara China membuat harga lokal terbang tinggi. Harga batu bara termal Qinhuangdao berada di atas RMB 762/ton. Jauh di atas target pemerintah di rentang RMB 500 - RMB 570/ton.

Faktor inilah yang membuat harga batu bara termal Newcastle tetap kuat di atas US$ 80/ton. Demikian analis seperti disiarkan CNBC. (harjo)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category