Company

Ditjen EBTKE Menjadi Gedung Kementerian Pertama Bersertifikat ISO 50001

img title

petroenergy.id, Bogor – Atas pencapaian dalam pengembangan dan penerapan Sistem Manajemen Energi terbaik di lingkungan kantor Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), kini Gedung Ditjen EBTKE berhasil memperoleh sertifikasi ISO 50001 versi 2018 Energy Management System. Sertifikasi ISO 50001 ini diberikan oleh Lembaga yang bergerak di bidang layanan sertifikasi, yaitu PT. TUV SUD Indonesia.

“Selamat kepada Ditjen EBTKE, pencapaian sertifikasi ISO 50001 versi 2018 ini merupakan suatu bentuk pencapaian organisasi yang patut diapresiasi, sekaligus menjadikan Ditjen ini sebagai pioneer dalam hal implementasi Sistem Manajemen Energi, khususnya di bidang Building Operations ungkap Yuan Handayana, General Manager PT. TUV SUD Indonesia, yang menyerahkan sertifikat ISO 50001 secara langsung kepada Dirjen EBTKE, F.X Sutijastoto Sabtu lalu (1/2). Yuan pun mengungkapkan dengan selesainya proses sertifikasi ISO 50001 oleh PT. TUV SUD Indonesia, maka Gedung Ditjen EBTKE yang berlokasi di Cikini ini, menjadi Gedung Kementerian pertama yang memperoleh sertifikat ISO 50001:2018. 

Standar ISO 50001 merupakan standar internasional untuk sistem manajemen energi, yang menyediakan kerangka kerja efektif guna mengoptimalkan penggunaan energi dan membentuk komitmen organisasi supaya terus meningkatkan kinerja energi. ISO 50001 berperan dalam mewujudkan visi dan misi Bersama yaitu pengelolaan energi yang baik, yang utamanya berdampak pada penurunan suhu bumi, penurunan biaya yang lebih efisien dan produktif, membuat organisasi menjadi lebih kompetitif serta reputasi organisasi menjadi lebih baik. 

“Kita ketahui bersama, energi yang kita gunakan sebagian besar masih dipenuhi dari hasil pembakaran batubara dan migas, yang hasilnya akan berdampak pada bumi ini, global warming salah satunya. Tentu kita harus mengedepankan pengelolaan energi dan transparansi yang lebih besar di berbagai sektor strategis, untuk memberikan dampak signifikan bagi bumi dan lingkungan kita”, ujar Dirjen Toto pada sambutannya menerima sertifikat ISO 50001.

Sebelum perolehan sertifikat ISO 50001 ini, Ditjen EBTKE telah melaksanakan upaya serius dalam penerapan Sistem Manajemen Energi, dengan melalui berbagai tahapan, seperti:

  1. Menyusun pedoman Sistem Manajemen Energi sesuai ISO 50001;
  2. Melakukan reviu terhadap penggunaan energi;
  3. Menyusun rencana penggunaan energi secara berkala;
  4. Melakukan audit internal terkait penerapan Sistem Manajemen Energi.

Proses sertifikasi ISO 50001 oleh lembaga sertifikasi independent diberikan melalui 2 langkah proses audit yang dimulai dari Audit Tahap 1 (20 November 2019), dilanjutkan dengan Audit Tahap 2 atau Audit Sertifikasi (18-19 Desember 2019). Dan dari hasil audit tersebut, dinyatakan bahwa Gedung Ditjen EBTKE telah memenuhi seluruh persyaratan Standar Internasional dalam hal Sistem Manajemen Energi sesuai ISO 50001.

Dalam hal pengelolaan energi, ada empat faktor penting yang sangat berpengaruh, yaitu:

 - Teknologi, semakin canggih/hebat teknologi yang digunakan, maka semakin sedikit konsumsi energi yang dipakai.

- Proses, semakin efisien proses yang ada, maka semakin sedikit energi yang dipakai.

- Perilaku manusia, semakin besar kesadaran dan komitmen pengelolaan energi pada semua pegawai di suatu organisasi, didukung kepemimpinan yang baik dari atasan/pimpinan, maka pengelolaan energi menjadi semakin efektif dan dapat mencapai sasaran organisasi.

- Sistem manajemen, tanpa sistem yang baik, konsistensi dan usaha berkelanjutan akan sulit untuk dijalankan (PDCA Cycle – Plan, Do, Check,Act). [str]ebtke.esdm.go.id

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category