Other

Dibalik Program Sanitasi Ada Perubahan Perilaku Masyarakat

img title

Petroenergy.id, Jakarta - Pada Tahun Anggaran 2020-2021, pemerintah cq Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali meluncurkan program pembangunan infrastruktur sanitasi melalui dukungan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK).

Infrastruktur yang dibangun terdiri atas Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) dan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R).

Pembangunan IPAL terdiri atas IPAL individual dan komunal. Tak cukup sampai di situ. Pada 2021 untuk kali pertama Kementerian PUPR meluncurkan pembangunan infrastruktur sanitasi terintegrasi.

Pembangunannya berada di kawasan perumahan. Sejumlah wilayah dijadikan percontohan. Selain sanitasi, di dalam program terintegrasi ini ikut dibangun unit perumahan, drainase lingkungan, penerangan umum, jalan kawasan dan beberapa sarana pendukung permukiman layak huni lainnya.

Keseriusan Kementerian PUPR dalam memberdayakan masyarakat dan lingkungan terlihat dari alokasi anggaran pembangunan sanitasi yang meningkat setiap tahun. Kalau ditotal, jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

Output dari pelaksanaan program sanitasi dapat dideteksi keberhasilannya melalui beberapa fakta lapangan. Di antaranya tingkat kesakitan masyarakat seperti diare -- khususnya yang menimpa anak-anak di permukiman yang mendapat bantuan program ini -- semakin menurun jumlahnya.

Demikian halnya untuk program pemerintah yang sekarang lagi digalakkan. Salah satunya, berkat kontribusi Kementerian PUPR, prevalensi stunting di Indonesia telah turun dari sebelum tahun 2015 di atas 30 persen menjadi 27,67 persen berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2019.

Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang kerap dilakukan oleh masyarakat merupakan perubahan positif lainnya. Perubahan ini terjadi di tengah masyarakat tatkala program sanitasi didaratkan di lingkungan permukiman sasaran.

Bukan saja berbentuk fisik bangunan, pembangunan infrastruktur sanitasi di suatu kawasan juga sekaligus menghadirkan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sanitasi dan pemberdayaan masyarakat memang ibarat dua sisi mata uang. Saling mendukung dan melengkapi.

Bentuk pemberdayaan yang terjadi terbagi ke dalam beberapa sisi. Dari sisi kesejahteraan, terjadi peningkatan pendapatan karena keikutsertaan masyarakat setempat sebagai pekerja dalam kegiatan pembangunan fisik IPAL dan TPS3R.

Dalam pelaksanaannya, para pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Kelompok Pengguna dan Pemelihara (KPP), baik IPAL maupun TPS3R, ikut pula mendapatkan pemasukan dari kiprah mereka di kelompok tersebut.

Dari sisi pemahaman dan pengetahuan, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat tentang bagaimana mengelola lingkungan menjadi lokasi sehat dan layak huni. Caranya, dengan menjaga agar lingkungan kawasan tetap bersih dan asri dari limbah domestik dan persampahan.

Dari sisi pemahaman, terjadi kesadaran untuk menjaga dan merawat infrastruktur sanitasi yang sudah dibangun agar tetap terjaga kebersihannya. Sehingga infrastruktur ini mampu beroperasi berkelanjutan.

Dari sisi keterampilan, terjadi peningkatan kemampuan kaum perempuan untuk menghasilkan kerajinan tangan dari limbah sampah yang diperoleh melalui pemilahan di TPS3R.

Juga terjadi peningkatan kemampuan masyarakat dalam budidaya ikan dan maggot yang di antaranya ada yang dibudidayakan di area TPS3R.

Gerakan Pemda

Pada gilirannya, kehadiran program pembangunan infrastruktur sanitasi mampu ikut menggerakkan pemerintah daerah (kabupaten dan kota) untuk peduli dengan sanitasi. Dan menjaga kesinambungannya. Mereka pun mengalokasikan 5% APBD sebagai dana pendampingan.

Keberhasilan banyak daerah dalam program sanitasi bisa menjadi contoh, dan sekaligus menjadi pendorong untuk menghadirkan infrastruktur tersebut di daerah yang belum tersentuh program ini.

Bupati maupun walikota tentu saja sungguh tepat bila mereplikasi daerah lain yang sudah berhasil membangunnya dengan berbagai terobosannya.

Roda pembangunan terus berputar. Keberhasilan demi keberhasilan telah diraih Kementerian PUPR dalam membangun infrastruktur sanitasi.

Bentuk keberhasilan itu terwujud melalui perubahan pola hidup dan perilaku masyarakat, sehingga tercipta lingkungan bersih, sehat, dan tertata. [sancoyo]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category