Opinion

40 Tahun Medco Energi, Kisah Sukses Menjadi “Best Practice” Rujukan Bagi Generasi Muda  

img title

 

by Mulkani *)

Penulis ingin memulai tulisan ini dengan mengutip fragmen pantun tua “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.” Apa sebenaranya yang hendak kita ketahui dari kata yang terbentuk dalam pantun tua itu?

Kata itu seperti tak bermakna, akan tetapi meiliki banyak sinonim terutama bila dihubungkan dengan upaya membangun optimisme. Yaitu : bersakit-sakit dahulu baru kemudian bisa senang. Optimis!

Bila hendak diurai lebih jauh maka pantun tua itu seakan hendak memngingatkan kita pada pembuktian bahwa setiap kerja keras yang diawali dengan tekad baik akan berbuah manis dan bermanfaat bagi orang lain. Contohnya kehadiran perusahaan yang tergabung dalam Medco Grup.

Sama seperti kata, besakit-sakit dahulu baru kemudian senang. Dalam konteks sejarah berdirinya perusahaan milik Arifin Panigoro, seperti  dipaparkan Direktur Utama Medco Energi Internasional Tbk, Helmi Panigoro, ini diawali dengan kerja keras di masa lalu.

Ketika berbicara pada Webinar Media Gathering & Kompetisi Jurnalistk Medco Energi dengan tema “Terus Optimis Dalam Mengadapi Tantangan” yang diselenggarakan berkaitan Empat Puluh Tahun Medco Energi, Helmi Panogoro bertutur tentang sejarah berdirinya Medco Energi.

Menurut Helmi, Arifin Panigoro mendirikan PT Meta Epsi Pribumi Drilling Company  atau disebut Medco pada tahun 1980. Berdirinya Medco sebagai plat injak untuk melangkah lebih jauh. Sebagai perusahaan partikelir lokal, Medco bertekad untuk setara dengan perusahaan minyak  dan gas (migas) terkemuka.

Hal ini diawali dengan kerja keras dan terus optimis menghadapi tantangan hingga perusahaan jasa pengeboran itu berkembang ke bidang usaha eksplorasi, eksploitasi dan produksi dan kini kiprahnya pun tidak saja beroperasi di Indonesia akan tetapi telah merambah ke berbagai belahan dunia.

Oleh karena itu, mengacu pada serpihan cerita yang dituturkan oleh adik kandung Arifin Panogoro, Helmi Panigoro ini semakin meyakinkan penulis bahwa pantun tua itu masih relevan  dijadikan sebagai  “amunisi”  dalam membangun optimisme. Sehingga dalam pandangan penulis, sejarah bedirinya Medco hingga kini usianya telah empat puluh tahun,  pertama diawali dengan membangun fondasi yang kuat, kedua menjaga repotasi dan ketiga, mengukir dunia.

Membangun Fondasi

Seperti telah disinggung, Arifin Panigoro membangun fondasi bisnis dengan mendirikan PT Meta Epsi Pribumi Drilling Company  tahun 1980. Dari sini semua perhelatan bisnisnya dirancang. Semua memerlukan filling bisnis yang kuat untuk terus melaju dan mengepakan sayap bisnis hingga menjangkau berbagai belahan dunia.

Dikutip dari makalah presentasi Helmi Panigoro, disebutkan bahwa sepuluh tahun kemudian perusahaan jasa pengeboran, MEDCO, kembali melakukan pengembangan perusahaan dengan mengakuisisi Tesoro Indonesia Petroleum Company pada 1992.

Tahun 1992, merupakan langkah awal Medco Energi berkiprah di bidang eksplorasi, eksploitasi  dan produksi migas melalui akuisisi kontrak eksplorasi dan produksi Tesoro di Kalimantan Timur.

Lamgkah maju Medco Energi pun tak berhenti sampai di situ. Tahun 1995, kata Helmi, owner Arifin Panigoro, kembali mengakuisi perusahaan minyak dengan mengambil alih 100 persen saham PT Stanvac Indonesia dari Exxon dan Mobil Oil di Pendopo, Muara Enem, Sumatera Selatan.

Dengan mengakuisi Stanvac Indonesia, kata Helmi, lagi-lagi cibiran orang Kembali tertuju pada Arifin Panigoro. Sebab, mengakuisi Stanvac, menurut sebagian orang, tak ada artinya mengingat itu adalah lapangan migas tua dengan produksi kecil serta menanggung karyawan yang jumlahnya lebih dari 400 orang.

Namun, bagi Medco itu adalah asset. Memang, itu adalah asset, bagi Medco. Karena, Medco tidak hanya sekadar membeli lapangan tua Stanvac, akan tetapi membeli sumber daya manusia (SDM)-nya yang trampil serta terdidik yang nilainya lebih tinggi dari sekadar lapangan migas. “Tidak ada artinya bagi mereka. Tapi, bagi Medco itu asset berupa SDM yang telah didik oleh Mobil dan Exxon, opportunity yang dapat diberdayakan di perusahaan migas milik Medco Energi,” kata Helmi Panigoro.

Menjaga Reputasi

Setelah memantapkan posisi bisnis migas di Tanah Air dengan menancapkan fondasi perusahaan yang kuat, upaya berikutnya adalah menciptakan terobosan-terobosan baru mejaga reputasi. Karena, sebagai perusahaan publik, reputasi perusahaan adalah untuk meyakinkan stakeholder. Salah satu yang dilakukan Medco adalah menghipun dana publik melalui penawaran umum perdana tahun 1994.

Misi penawaran umum perdana listing di bursa efek berjalan mulus. Menurut Helmi Panogoro, dana publik yang berhasil dihimpun dan langsung diinvestasikan kembali untuk meperluas bidang usaha dengan mengakuisisi blok migas baru. “Keberhasilan listing ini merupakan milestone pertama Medco dan dana itu pun langsung kami investasikan kembali,” kata Helmi dalam presentasinya.

Sejak itu, berdera perusahaan makin berkibar. Seperti telah disinggung sebelumnya, tahun 1995, Medco sukses mengakuisisi Stanvac. Kabar yang sangat mengembirakan tentunya, decak kagum ditorehkan Medco setelah dua tahun kemudian, di mana produksi lapangan tua di Pendopo  itu berkisar sebelas ribu ribu barel per hari, waktu itu, berhasil ditingkatan hingga dua kali lipat.

Medco pun terus berinovasi. Melalui pemberdayaan human capital Medco mampu menggenjot produksi blok yang diakuisisi dari joint venture Exxon-Mobil, hingga menjadi lima kali lipat yaitu lima puluh ribu barel per hari. Sejak itu, perusahaan migas swasta lokal ini pun mulai diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.

Reputasi ini medorong Medco untuk mengepakan sayap bisnisnya lebih luas lagi. Tahun 1996, Medco mengawali kiprahnya di luar negeri. Menurut Helmi, wilayah operasi Medco di mancanegrara di Oman, Yaman dan sampai berlanjut ke Libya, dan Amerika Serikat. Sementara, di kawsan Asia Tenggara Medco ada di Malaysia, Thailand dan Vietnam,

Selain melakukan sksapansi usaha ke berbagai belahan dunia Timur Tengah dan Afrika, dalam tahun 1996, Medco masuk ke bidang ketenagalistrikan, hal ini ditandai dengan berdirinya PT Medco Power Indonesia dengan membangun pembangkit listrik tenaga gas Panaran I di Batam.

Mengukir Dunia

Empat puluh tahun Medco Energi mengukir dunia melalui kerja keras dengan tekad sejajar dengan perushaan energi terkemuka. Ini sebuah perjalanan panjang yang penuh inspiratif. Telah disebut diatas bahwa momentum Empat Puluh Tahun Medco Energi diisi salah satu kegiatan Media Gathering dan Kompetsi Jurnalistik sebagai update informasi seputar bisnis Medco Grup sekaligus memberikan kesempatan kepada para wartawan menyelami kiat-kiat bisnis yang dijalankan Medco selama periode itu.

Dalam kesempatan itu penulis banyak menyerap pengalaman yang tertuang dalam penuturan narasumber salah satu Helmi Panigoro. Satu hal yang menjadi catatan penulis bahwa kiat-kiat bisnis tidak sepenuhnya diperoleh melaui bangku kuliahan, akan tetapi tercetus melalui ketajaman visi dan kemampuan membaca peluang serta dibarengi sikap optimis dan kerja keras untuk mencapainya.

Sekali lagi, optimisme adalah suatu keniscayaaan. Optimisme menjadi pendorong kita untuk melangkah lebih percaya diri. Apa pun problem atau tantangan yang dihadapi, selalu disikapi dengan “energi  positif” untuk menatap bahwa di ujung sana ada harapan yang hendak digapai.

Momentum Empat Puluh Tahun Medco Energi telah mengilhami kita untuk berpikir positif dan terus optimis. Itu sebabnya, mereka yang berpikir positif – selalu mempunyai keyakinan – menatap hari esok jauh lebih baik dibandingkan hari ini. Lebih dari itu, kita bangga dengan kehadiran Medco. Dengan adanya Medco kita telah meiliki database sehingga tidak perlu lagi bersandar dengan perusahaan minyak asing. Maka, bukan tidak mungkin kisah perjalana panjang empat puluh tahun Medco Energi menjadi “Best Practice” yang dapat dijadikan rujukan bagi generasi muda harapan bangsa. Semoga!

*) Wartawan petroenergy.id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category