Investment

Wamen ESDM: Investor dari Iran, Oman dan Kuwait Penuhi Kualifikasi Bangun Kilang Dalam Negeri

img title

Jakarta, petroenergy.id - Wakil Menteri Energi dan  Sumber Daya Mineral,  Arcandra Tahar, mengatakan, setelah proses mengevaluasi terhadap  investor yang ingin membangun kilang minyak di dalam negeri,  terpilih tiga investor  yang memenuhi kualifikasi, yaitu investor dari Iran, Oman dan Kuwait.

Namun demikian, Arcandra mengaku, tidak mudah bagi pemerintah merealisasikan investasi dari negara lain. Harus ada kesepakatan kedua belah pihak mengenai kerja sama tersebut. Apalagi para investor memiliki syarat dan ketentuan masing-masing.

“Sudah ada metodologinya… siapa saja yang qualified bisa masuk,” kata Arcandra kepada wartawan yang menemuianya di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa  (29/11).

Sementara, PT Pertamina yang ditugaskan menjadi partner atau penanggung jawab proyek, juga memiliki syarat dan ketentuannya sendiri. Sehingga, proses pengambilan keputusan untuk membangun kilang minyak di dalam negeri sering kali berlarut-larut.

“Syarat dan ketentuannya harus kami cermati, supaya kedua belah pihak tidak dirugikan,” lanjut Arcandra dikutip katadata edisi hari ini.

Demi investasi kilang,  telah diterbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 35 tahun 2016 tentang Pembangunan Kilang Dalam Negeri untuk Badan Usaha Swasta. Ada beberapa insentif yang akan didapatkan investor kilang, baik berupa fiskal maupun non fiskal. Untuk meningkatkan kelayakan keekonomian, selain insentif pembangunan kilang juga bisa diintegrasikan dengan produksi petrokimia.

Penyediaan bahan baku untuk kilang minyak dapat berasal dari minyak bumi dan kondensat yang berasal dari dalam negeri atau luar negeri. Kemudian hasil produksinya selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, bisa juga dijual ke luar negeri.

Di dalam negeri, badan usaha swasta yang membangun kilang minyak dapat ditunjuk langsung sebagai penerima penugasan untuk mendistribusikan jenis bahan bakar minyak (BBM) Tertentu dan BBM Khusus Penugasan di dalam negeri. Penunjukan ini setelah memiliki Izin Usaha Niaga Umum, Fasilitas Penyimpanan, dan Fasilitas Distribusi.

Pemerintah juga memberikan syarat bahwa pembangunan kilang minyak harus menggunakan teknologi yang memenuhi ketentuan pengelolaan dan perlindungan lingkungan. Selain itu, pembangunannya juga harus mengutamakan penggunaan produk dalam negeri. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category