Global

Wah Ada 2 Benchmark Baru Harga Minyak, Saingan WTI Nih!

img title

Petroenergy.id, JAKARTA - Dua lembaga pelaporan harga minyak terkemuka dunia, S&P Global Platts dan Argus Media, secara terpisah meluncurkan patokan (benchmark) baru harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) pada Jumat pekan lalu (26/6/2020) guna menyaingi kontrak berjangka (futures) minyak mentah AS saat ini yakni West Texas Intermediate (WTI).

S&P Global Platts merilis patokan baru untuk minyak mentah AS yang disebut Platts American GulfCoast Select (Platts AGS), sementara patokan harga minyak mentah harian langsung dari Argus ialah Argus AGS.

CNBC International melaporkan, keduanya merilis patokan baru harga minyak AS karena ingin keluar dari sistem tradisional perhitungan harga WTI yang mekanismenya terkurung daratan. Peluncuran dua patokan harga baru ini dilakukan hanya lebih dari 2 bulan setelah minyak mentah AS jatuh ke level negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Platts AGS mencerminkan nilai minyak mentah light sweet yang disalurkan melalui air (waterborne) yang dipasok dari Permian Basin di Texas barat dan New Mexico, AS, pada jaringan pipa utama ke Teluk.

Permian Basin (Cekungan Permian) adalah cekungan sedimen besar di bagian barat daya AS. Cekungan ini berisi provinsi ladang minyak wilayah Mid-Continent AS yakni terdiri dari Arkansas, Kansas, Louisiana, New Mexico, Oklahoma dan Texas. Cekungan sedimen ini terletak di bagian barat Texas dan tenggara New Mexico.

Sementara Argus AGS, juga dirancang untuk mencerminkan betapa pentingnya Pantai Teluk AS sebagai pusat ekspor utama minyak dan untuk mengatasi kekhawatiran pasar saat ini tentang patokan harga minyak mentah WTI yang terkurung daratan.

Baik S&P Global Platts maupun Argun menggunakan metodologi berbeda untuk penilaian harga minyak pada masing-masing benchmark ini.

Sebagai informasi, saat ini pasar Amerika memakai patokan WTI. Mengacu definisi Investopedia, WTI digunakan sebagai standar perdagangan minyak di AS.

Sumber minyak WTI berasal dari ladang minyak utama AS di Texas, Louisiana dan Dakota Utara dengan pasar utama WTI di negara-negara benua Amerika.

Di Eropa, Asia, dan dunia pada umumnya memakai patokan minyak Brent atau Brent Crude. Brent dihasilkan dari kilang minyak Brent di wilayah Laut Utara Eropa, di antara Pulau Shetland dan Norwegia. Awal mula WTI dan Brent jadi tolok ukur perdagangan minyak global setelah OPEC menyerahkan harga minyak ke mekanisme pasar.

Data perdagangan mencatat, minyak Brent pekan lalu diperdagangkan di level US$ 41,15.barel pada Jumat sore, naik sekitar 0,3%, sementara WTI berjangka (futures) di level US$ 38,63/barel, turun sekitar 0,2%.

Mengapa patokan harga baru minyak AS ini diluncurkan?

Harga minyak Brent diperhitungkan dengan melihat lokasi sumur Brent di sebuah pulau di Laut Utara, jaraknya sekitar 500 meter dari air, sehingga tempat penyimpanan tanker minyak dapat diakses. Sebaliknya, lokasi pengiriman untuk minyak WTI terkurung daratan dan berada 500 mil dari air di Cushing, Oklahoma. Cushing adalah sebuah kota di Payne County, Oklahoma, AS.

Analis energi di Goldman Sachs, sebelumnya sempat mengatakan perbedaan lokasi ini diperkirakan menjadi alasan untuk menjelaskan perbedaan harga keduanya saat coronavirus membuat harga minyak AS ambles.

Analis Goldman berpendapat, minyak mentah yang disalurkan melalui air (waterborne), seperti Brent, jauh lebih terisolasi terhadap pandemi Covid-19 karena mereka memiliki akses yang relatif mudah ke penyimpanan tanker daripada minyak yang terkurung daratan (WTI), seperti yang dialami minyak di AS, Kanada, dan Rusia yang biasa mengandalkan pipa (pipeline).

Menurut CME Group, wilayah Cushing terdiri dari hampir dua lusin jaringan pipa dan 15 terminal penyimpanan. Hub ini memiliki kapasitas penyimpanan 90 juta barel dan sering disebut sebagai "The Pipeline Crossroads of the World."

S&P Global Platts, dalam sebuah pernyataan, menegaskan bahwa mereka memutuskan meluncurkan AGS setelah menerima umpan balik dari produsen, konsumen, pedagang minyak lainnya di pasar minyak AS yang menyerukan perlunya tolok ukur penetapan harga minyak mentah baru yang secara langsung mencerminkan nilai minyak mentah light sweet yang riil di pasar global.

Vera Blei, Direktur Minyak Global di S&P Global Platts, mengatakan AGS akan membawa pasar AS memiliki "Brent sendiri."

"Tolok ukur baru ini mencerminkan nilai minyak mentah AS yang memperhitungkan [penyaluran via] air [waterborne], terhubung secara internasional dan bebas dari distorsi ekonomi infrastruktur domestik," tambahnya.

Pada 20 April lalu, harga berjangka minyak WTI jatuh ke zona negatif untuk pertama kalinya dalam catatan sejarah, jatuh di level US$ 40/barel karena pandemi Covid-19 menghantam ekonomi global, menurunkan permintaan di tengah stok yang berlimpah.

Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol sempat mengatakan bahwa tahun 2020 mungkin akan dianggap sebagai tahun terburuk dalam sejarah pasar minyak global, dia menyebut istilah "Black April" yang kemungkinan merupakan bulan terburuk yang pernah dialami oleh industri minyak dunia.

"Pasar minyak mentah AS butuh alternatif untuk logistik minyak di Cushing, Oklahoma," kata Richard Swann, Direktur Editorial, Amerika, di S&P Global Platts, dalam sebuah pernyataan.

"Cushing selama beberapa tahun gagal mewakili ekonomi minyak mentah di pasar ini. Pelaku pasar telah menyerukan perlunya tolok ukur yang benar mencerminkan inti dari pasar fisik di Gulf Coast, daripada harga minyak yang terkurung daratan, "tambahnya. [babeh/cnbcindonesia.com]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category