CSR

Universitas Pertamina Gelar Kuliah Waspadai Fenomena Distruption

img title

Jakarta, petroenergy.id - Guru Besar Universitas Indonesia, Rhenald Kasali menyatakan bahwa semua kalangan harus mewaspadai fenomena perubahan kestabilan atau distruption. Perubahan tersebut dimotori oleh perkembangan teknologi informasi di masyarakat yang berada dalam gelombang ketiga perubahan..

"Gelombang pertama revolusi tersebut terjadi sekitar tahun 1990an. Gelombang tersebut dikenal dengan istilah connectivity dalam perlode Internet baru saja Iahir," katanya di Universitas Pertamina, Jakarta, belum lama ini.

Gelombang berikutnya terjadi pada awal abad 21 dimana ketika masyarakat mulai berpikir untuk mengisi keterhubungan tersebut dengan ditandai munculnya berbagai media sosial.

"Sekarang kita masuk gelombang ketiga itu dimana  memindahkan dunia yang sebenarnya ke dalam dunia yang tidak kelihatan,“ tutur Founder Rumah Perubahan ini.

Rhenald menegaskan, dalam gelombang disruption ini, masyarakat tengah menutup sebuah zaman. Bukan akhir zaman sebagaimana diramalkan oleh banyak orang,

“Sebuah zaman yang menjadi tantangan besar bagi para perusahaan incumbent besar bereputasi yang selama ini berdiri kokoh." imbuhnya.

Menurutnya, kompetitor yang ada saat ini adalah kompetitor yang tak kellhatan misalnya perusahaan-perusahaan taksi yang memiliki kompetitor taksi online yang tak memiliki gambaran fisik taksi sebagaimana Iazimnya.

Jika usahawan, regulator dan politisi senng mengabalkan apalagi tldak paham perkembangan teknologi, maka dikhawatirkan dapat mengganggu pertumbuhan perekonomian Indonesia. Padahal kini dunia tengah berada dalam era disrupsi" katanya.

Rhenald mengatakan dalam gelombang distupsi ini, orangorang yang terperangkap dalam tradisi akan merasa cemas dan gugup dalam menghadapi perkembangan dunia. (adi)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category