Oil & Gas

Tuntasnya Proyek Bison dan Iguana Akan Ada Tambahan Produksi Gas 40 MMSCFD

img title

petroenergy.id, Jakarta - Kepala Divisi Komunikasi dan Program Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Wisnu Prabawa Taher, mengatakan,  rampungnya proyek Bison, Iguana, dan Gajah-Puteri, terbuka potensi tambahan produksi gas dengan total volume 40 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (2/12), Wisnu menjelaskan, 40 MMSCFD itu berasal dari proyek Bison dan Iguana. “Produksi dari Lapangan Bison sekitar 15 mmscfd dan dari Lapangan Iguana sekitar 25 mmscfd,” katanya.

Menurutnya, uji kinerja sumur Bison dan Iguana berhasil diselesaikan dan secara paralel uji aliran gas terintegrasi dari kedua sumur pada laju alir gabungan 40 mmscfd juga diselesaikan dengan sukses. “Ini, merupakan upaya konkret untuk terus meningkatkan profil produksi Hulu Migas Indonesia,” tambah Wisnu.

Dari data SKK Migas, cadangan gas yang terdapat pada proyek BIG-P adalah sebesar 93 BCF dimana nantinya gas akan disalurkan melalui infrastruktur eksisting yang berada dalam WK Natuna Sea Block A.

Premier Oil selaku operator WK Natuna Sea Block A memiliki kepemilikan saham sebanyak 28,67%. Sisanya dimiliki oleh beberapa pihak yaitu KUFPEC, Pertamina, PTT, dan Petronas.

Dijelaskan pula Proyek BIGP merupakan satu dari 11 proyek hulu migas yang ditargetkan rampung pada tahun 2019.

Sementara, proyek Bison, Iguana, dan Gajah-Puteri di Wilayah Kerja (WK) Natuna Sea Block A yang dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Premier Oil.

Kabar terakhis Premier Oila telah menyalurkan gas pertamanya pada Kamis, 28 Nopember 2019.(Eko)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category