Global

Trump Picu Harga Minyak Melambung

img title

Jakarta, petroenergy.id - Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS  empat tahun ke depan  dinilai akan menimbulkan  ketidakpastian perekonomian global dan berpotensi memunculkan ketegangan antara AS dan sejumlah negara mitra. Kondisi ini menjadi pemicu utama harga minyak dunia melambung tahun depan.

Dosen Universitas Trisaksi,  Pri Agung Rakhmanto yang memberikan penilaian itu mengatakan, kenaikan harga minyak  dunia juga diperkuat dengan keputusan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). OPEC sepakat memotong produksi 1,2 juta barrel per hari, dari 33,7 juta barrel  menjadi 32,5 juta barrel.

Pemotongan produksi minyak dunia oleh OPEC akan diberlakukan sepanjang Januari-Juni 2017, dan dapat diperpanjang untuk paruh kedua pada tahun depan.

Pri  Agung, seperti diberitakan harian Kompas edisi Kamis (15/12/2016) memprediksi harga minyak mentah dunia selama 2017 rata-rata berkisar US$55-60  per barrel. Adapun asumsi dalam APBN 2017  sebesar US$45 per barrel. 

Kenaikan harga minyak dunia akan meningkatkan penerimaan negara.  Namun, menurut Pri, tren penurunan volume produksi minyak dan gas yang terjadi sejak 2004 akan berlanjut pada tahun depan. (san)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category