Global

Tren Kenaikan Harga Minyak Dibayangi Gagalnya Pertemuan OPEC

img title


Jakarta, PetroEnergy.id -- Wood MacKenzie LTd menyatakan bahwa produksi minyak dan gas dunia yang turun sebesar 3 persen pada 2016 atau sekitar 5 juta barel  diharapkan akan mendongkrak harga minyak kembali. Proyeksi ini sedikit terbukti dengan posisi harga minyak dunia terakhir yang rata-rata menanjak 1 persen lebih tinggi.

Tercatat, harga West Texas Intermediate (WTI) berada di harga USD 44,89 per barel, naik sekitar 82 sen atau 1,9 persen. Minyak mentah Brent naik menjadi USD 46,15, naik sekitar 57 sen, atau 1,3 persen. Atas dasar itu, Wood MacKenzie Ltd juga menyatakan perusahaan minyak dunia bisa memangkas sebesar USD 370.000.000.000 untuk pengeluaran investasi 2016-17 dari anggaran mereka.

Kenaikan harga minyak diyakini tak lepas dari isyu politik Amerika Serikat dan juga menurunnya pengiriman minyak WTI sebesar 442.077 barel minyak di hub minyak mentah Cushing, Oklahoma.

Namun tren kenaikan minyak dunia ini di bayang-bayangi oleh gagalnya pertemuan pertemuan formal OPEC pada 30 November 2016 di Wina, Austria nanti. Akan potensi gagalnya pertemuan OPEC, Bank multinasional Barclays menyatakan;  Arab Saudi memang menahan produksi, tapi Irak justru sedang menggenjot produksi sehingga tak ada kesamaan visi sebagai Negara OPEC.

Selain itu tak ada satu pun dari negara non-OPEC yang telah diajak diskusi menyatakan niat untuk memangkas produksi termasuk. Ditambah lagi Rusia yang dalam status wait and see dan Amerika Serikat dimana ada peningkatan pengeboran terbesar sejak Februari 2016dengan jumlah pengeboran minyak dari sebanyak 9 ke total 450.

Atas berbagaai kekhawatiran ini, Kerajaan Arab Saudi mengancam akan meningkatkan produksi minyak lagi bila pertemuan OPEC tidak menghasilkan satu keputusan atau kesepakatan nanti. Tapi apakah ini hanya gertak sambel dari Arab Saudi kepada semua Negara penghasil migas? Sebab Saudi sendiri saat ini menghadapi permintaan minyak domestik yang kian menurun, sehingga perlu dilakukan ekspor untuk mempertahankan laju output saat ini.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category