Energy

Trafo 500 kV Buatan Schneider Beroperasi di Cawang

img title

 

Jakarta, PetroEnergy.id -- Triono Erwin, GM Transmisi Jawa Bagian Barat, PT PLN (Persero) Jakarta, menyatakan sistem kelistrikan Jakarta memerlukan kebutuhan listrik sebesar 7300 MW pada siang hari dan sebesar 6500 MW pada malam hari, yang saat ini ditopang oleh 11 Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500.000 Volt dan Gardu Induk (Gl) 150.000 Volt yang sebagian besar sudah dibebani diatas 80%.

"Pertumbuhan beban yang tinggi berupa pembangunan infrastruktur, penambahan gedung—gedung perkantoran, kompleks perumahan, kawasan industri dan lain-lain membutuhkan tambahan pasokan listrik dengan tingkat mutu dan keandalan yang baik." katanya dalam acara peresmian trafo di kantor APP Cawang, Jakarta Timur, 15 Oktober 2016.

Untuk itulah, katanya, Transmisi Jawa Bagian Barat, APP Cawang akan mengoperasikan Trafo lBT—3 500/150kV GITET Cawang Baru , yang merupakan rangkaian dari program 35.000 MW. lnsfrastruktur Ketenagalistrikan di Regional Jawa Bagian Barat yang telah beroperasi sampai dengan Bulan Oktober 2016 dengan total kapasitas 825 MVAR , 2.660 MVA (Gl,GlS,GlTET, dan Bay Trafo) serta 98,5 kilo meter sirkuit (Kms) SUTT dengan nilai asset sebesar kurang Iebih 1,2 Trilyun

Pengoperasian trafo buatan Schneider ini, terkait dengan infrastruktur ketenagalistrikan di Regional Jawa Bagian Barat sebagai wujud kerja nyata dari PLN Unit : Transmisi Jawa Bagian Barat. Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat dan Unit Induk Pembangunan lnterkoneksi Sumatera Jawa.

"Trafo ini diantaranya untuk memperkuat pasokan ke Gardu Induk Duren Tiga, Kalibata, Mampang dan sekitarnya." jelasnya.

Selain itu, Trafo lBT — 3 500/150 kV ini akan semakin memperkuat pasokan listrik di wilayah DKI Jakarta dan Banten. Serta nantinya dapat beroperasi secara optimal guna memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category