Investment

Teluk Bintuni Cocok Untuk Kawasan Migas dan Pupuk Di Indonesia Timur

img title

Jakarta, petroenergy.id-- Adie Rochmanto Pandiangan, Kepala Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri Kementerian Perindustrian menyatakan, dari rencana pengembangan 14 kawasan industri maka kawasan industri Teluk Bintuni cocok dikembangkan untuk industri migas dan pupuk untuk Indonesia Timur.

"Apalagi kawasan Teluk Bintuni yang kaya akan sumber daya gas alam akan dipasangkan dengan industri pupuk yang memang membutuhkan gas sebagai bahan bakunya. Kemarin sudah disepakati pihak industri akan mendapatkan harga di 3,5 dollar (per mmbtu) khusus Bintuni," jelasnya dalam acara Business Forum Oil & Gas 2016 bertema "Strategi Pengembangan & Pemerataan Infrastruktur Penunjang Migas Kawasan Timur dalam Menunjang Ketahanan Energi Nasional" yang diselenggarakan OG Indonesia dan Komunitas Migas Indonesia (KMI) di GKM Green Tower, Jakarta, Rabu (30/11).

Ditargetkan gas mulai dimanfaatkan untuk industri di Teluk Bintuni pada tahun 2019. Persiapannya mulai dari tahun 2017 akan dikejar untuk pembebasan lahan dan juga memastikan harga gas sudah dalam bentuk Inpres ataupun Keppres.

Disis lain, Adie menjelaskan, sebenarnya PT Pupuk Indonesia (Persero) yang di alokasikan mendapatkan gas dengan harga US$ 3,5 per mmbtu tersebut, namun sayangnya enggan memanfaatkan gas tersebut dengan alasan pupuk lagi over produksi dan Pemerintah melarang membangun pabrik baru.

Akhirnya gas dari Tangguh Train III yang dikelola British Petroleum (BP) Berau Ltd tersebut rencananya akan dialihkan kepada Ferrostaal GmbH dan Sojitz Corporation. "Tetapi karena (diserahkan) ke PT Pupuk, maka kita menugaskan khusus kepada dia untuk tetap membangun kawasannya," jelasnya.

Untuk alokasi gasnya, Adie mengungkapkan nantinya Ferrostal dan Sojitz akan mendapatkan alokasi sebesar 180 MMSCFD untuk tahap pertama. Jumlah tersebut sama dengan alokasi gas Tangguh bagi pabrik pupuk yang tercantum di dalam surat Plt. Kepala SKK Migas Nomor SRT-0839/SKKO0000/2014/S2. "Sampai 360 (MMSCFD) nanti tahap keduanya," ucapnya.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category