Profile

Tantangan Nakhoda Baru Antam

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Indonesian Mining Institute (IMI) menyambut baik penunjukan Arie Prabowo Ariotedjo sebagai Direktur Utama PT Antam menggantikan pejabat sebelumnya Tedy Badrujaman. IMI optimistis, Arie Prabowo akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan meski tantangan industri pertambangan cukup berat ke depan.

“Kita optimistis, kalau lihat jejak rekam beliau, sangat mumpuni memimpin Antam ke depan,” ujar  Ketua IMI Prof.Dr.Ir.Irwandy Arif, M.Sc. di Jakarta hari ini dalam keterangannya. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) baru saja melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2017. Dalam RUPST tersebut Antam menetapkan Arie Prabowo Ariotedjo sebagai Direktur Utama Antam. Selain mengganti posisi Direktur Utama, perseroan juga menetapkan pergantian beberapa jajaran direktur dan komisaris persereoan.

Irwandy mengatakan, Arie Prabowo, sebagai direktur niaga, sebelumnya telah sukses melakukan efisiensi PT Bukit Asam dan menjaga profitabilitas perseroan di tengah lesuhnya pasar industri terkait.”PT Bukit Asam mampu melakukan efisiensi dan bahkan mampu mencetak net profit margin tertinggi di industri tambang batu bara walaupun industri marketnya menurun,” pungkas Irwandy. Sebab itu, IMI optimistis Arie Prabowo akan mampu menjaga bahkan meningkatkan kinerja perusahaan.

IMI juga mengapresiasi kepemimpinan Tedy Badrujaman yang telah sukses memimpin Antam melalui masa-masa sulit industri pertambangan.”Antam mampu melewati masa sulit akibat ketidakpastian global dan munculnya regulasi dan hilirisasi berkat kepiawaian kepemimpinan sebelumnya,” ucap Irwandy.

Model Hilirisasi

Irwandy mengatakan, selain mempercepat penyelesaian berbagai rencana pengembangan bisnis, tantangan terberat Antam adalah Arie Prabowo harus mampu menuntaskan pembangunan smelter. Dia mengatakan, PT Antam akan menjadi model atau benchmark program hilirisasi nasional. Sebab selain merupakan perusahaan besar di industri pertambangan, PT Antam merupakan perusahaan milik negara.

“Pemerintah telah meluncurkan program hilirisasi melalui Undang-Undang (UU) Minerba Tahun 2009. Tentu, perusahaan swasta lainnya akan melihat modelnya ada di perusahaan milik pemerintah sendiri,” imbuh Irwandy.  

Untuk menggenjot kinerja perseroan, nahkoda baru PT Antam juga harus mampu mengoptimalkan aturan baru kegiatan usaha pertambangan. Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (PP No. 1 Tahun 2017).

Regulasi tersebut memperbolehkan potensi bijih tertambang kadar rendah yang belum dapat termanfaatkan atau diolah dalam negeri, untuk dapat dijual di pasar ekspor.”Semoga ada ruang akselerasi keuangan untuk hilirisasi,” ucap Irwandy.

Sebagaimana diketahui, untuk feronikel, Antam menargetkan volume produksi dan penjualan di tahun 2017 masing-masing sebesar 24.100 ton nikel dalam feronikel (TNi). Untuk komoditas emas, perusahaan menargetkan produksi mencapai 2.270 kg dengan penjualan mencapai 11,4 ton.

Guna mendorong penjualan emas, Antam telah secara resmi memasuki industri perhiasan dengan brand LM. Dengan empat seri kalung dan bezel, yaitu Solidus dengan bezel Kawung, Nortia dengan bezel Mega Mendung, Magnus dengan bezel Parang Barong, dan Adorare dengan bezel Sido Mukti, seri produk Perhiasan LM melengkapi koleksi produk emas batangan motif batik. Antam juga telah memiliki 13 Butik Emas LM untuk mendukung penjualan emas ke pasar ritel.(san)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category