Energy

Supangkat Iwan Santoso: Tidak Ada Pembatalan Pemenang Tender PLTGU Jawa 1

img title

Jakarta, petroenergy.id - Direktur Pengadaan  PT PLN, Supangkat Iwan Santoso, mengatakan, tidak ada pembatalan tender proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1 yang dimenangkan konsorsium Pertamina, Marubeni Corporation dan Sojitz.

Dalam jumpa pers di kantor pusat PLN, Rabu (18/1), Supangkat Iwan Santoso yang didampingi Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, lebih jauh mengatakan, PLN sangat berhati-hati dalam memperhatikan setiap usulan yang diajukan melalui surat oleh konsorsium tersebut.

"Kami sangat berhati-hati membaca surat dan memperhatikan usulan-usulan yang disampaikan oleh piahk konsorsium. Jadi, tidak ada maksud PLN membatalkan atau menghentikan - terminasi. Sama sekali tidak ada… kita tetap good fight sampai saat ini," kata Supangkat Iwan Santoso.

Diakuinya,  keterlambatan penandatanganan PPA yang ditetapkan dalam Letter of Intent (LoI) atau surat penunjukkan pemenang dalam waktu 45 hari setelah diteken, namun faktanya perjanjian ini molor sampai 42 hari. 

Menurutnya, LoI atau surat penunjukkan kepada pemenang sudah ditandatangani antara PLN dan Konsorsium  pada 26 Oktober lalu. “Nah, di dalam LoI itu disampaikan, PLN dan konsorsium Pertamina harusnya menandatangani jual beli listrik dalam waktu 45 hari.  Tapi, ini sudah 87 hari.  Artinya telah molor 42 hari dari rencana 45 hari yang ditentukan," kata Supangkat Iwan Santoso.


Dijelaskan pula bahwa LoI menyebutkan ada persyaratan yang mendasar. PLN, kata dia,  menunjuk pemenang konsorsium dengan berbagai persyaratan yang tertuang dalam format PPA. Dan, konsorsium juga harus menyatakan kesanggupan untuk memenuhi persyaratan dan batas waktu. 

Supangkat Iwan Santoso mengatakan, ketentuan dalam perjanjian jual beli sangat banyak dan menggunakan kalimat jelas. Dalam mendiskusikan PPA, misalnya, bukan lagi proses negosiasi, karena negosiasi sudah selesai dengan dinyatakan pemenang tender. Tapi, kalau ada yang tidak jelas, kata dia, dibutuhkan proses klarifikasi.

“Jadi, dalam hal ini tidak ada lagi proses negosiasi akan tetapi yang diperlukan proses klarifikasi,” kata  Supangkat Iwan Santoso.

Ditambahkan bahwa PLN memahami  dimana pihak konsorsium Pertamina-Marubeni-Sojitz (dua perusahaan Jepang) baru pertama kali membangun PPA. Dan, Sojitz baru pertama kali berkonsorsium di Indonesia, sehingga Pertamina meminta waktu lagi sampai 13 Desember 2016. “Ini, antara lain membuat kenapa prosesnya panjang," kata Supangkat Iwan Santoso.

Namun demikian, dalam tender tetap harus menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tidak boleh ditawar. Ini merupakan lelang terbuka, yang semua persyaratan sudah diketahui. 

Dijelaskan pula dalam pembahasan mengerucut 8 item pokok yang sudah dibahas beberapa kali, diantaranya masalah bankability dan suplai gas. Soal bankability menjadi konsen sejak awal, karena kalau proyek tidak bankable akan sulit mendapat pendanaan. Sedangkan suplai gas kita yang akomodasi. 

Kepada para wartawan, Supangkat Iwan Santoso , menegaskan, untuk menghindari semakin molornya proyek PLTGU Jawa 1, PLN memberikan tenggat waktu kepada konsorsium Pertamina menandatangani PPA dalam kurun waktu segera. "Ya, Senin ini harusnya telah ditandatangani. Tapi, saya tidak tahu apakah konsorsium sanggup memenuhi ketentuan yang ada," kata Supangkat Iwan Santoso.


Sementara itu, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, membantah adanya isu yang mengatkan bahwa PLN kesulitan  mendapatkan sumber gas untuk pasokan PLTGU Jawa 1. “Dalam kesemaptan ini kami ingin sampaikan pertama, tidak ada pemutusan  atau pembatalan oleh PLN. Kedua, tidak ada isu PLN sulit mendapat sumber gas,” kata I. Made.

Seperti diketahui, PLTU Jawa 1merupakan megaproyek pembangkit listrik berkapasitas 1.600 megawatt (MW). Proyek ini diperkirakan menghabiskan dana US$ 2 miliar atau sekitar Rp 26 triliun. (mk)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category