Other

Sudirman Said: …Kita sudah naik 2, 3 Sampai 8 Kali

img title

Jakarta, petroenergy.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, mengatakan, lembaga yang  baik apabila semua komponennya berjalan, akan tetapi bukan anggarannya yang besar.

Hal tersebut disampaikannya  ketika memberikan pengarahan dalam  penelitian dan review Rencana Kerja Dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) 2017 di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (25/7).

 “Institusi yang baik adalah yang semua komponennya semua berjalan, bukan anggarannya yang paling besar, bukan pegawai yang paling ganteng atau cantik,” kata  Sudirman Said.

Kegiatan diatas dihadiri oleh 350 orang peserta dari seluruh unit Kementerian ESDM. Salah satu tujuan  kegiatan  ini adalah agar perencanaan anggaran Kementerian ESDM tahun 2017 lebih baik lagi secara administratif maupun penyiapan program.

Dalam sambutannya , Sudirman Said lebih jauh  mengungkapkan,  diperlukan kerja sama yang solid dari semua personil di institusi karena seyogyanya perubahan tidak dapat berjalan efektif apabila internal institusi tidak mendukung.

Kementerian ESDM sudah  sepatutnya berbangga dengan semua perubahan yang sudah dilaksanakan.  Setidaknya ada empat hal perubahan, yaitu merubah  kebiasaan yang sudah bertahun-tahun, dengan collective report kita bisa melompat dari tahun-tahun sebelumya.  Realisasi semester I 2016 sudah mencapai 26,2%, dengan target di akhir tahun 2016 adalah 90%, dibandingkan realisasi tahun 2015 hanya 64 %.  “Kita sudah naik 2,3 sampai 8 kali, biasanya 12% sekarang 26%,”  ujarnya.

Disaing itu, masalah-masalah besar seperti subisdi, Petral dan TPPI sudah dapat diselesaikan. Konsistensi perubahan harus dilakukan sehingga 2-3 tahun kedepan sudah menjadi sistem (institusional build up) tidak tergantung oleh tokoh. Kualitas hasil pekerjaan juga sudah baik dan terukur, contoh Jaringan gas bumi sudah mencapai 25%.

Menteri ESDM kembali mengingatkan bahwa pelaksanaan anggaran ini harus mengikuti arahan Presiden, yaitu kendali anggaran oleh Menteri. Anggaran, katanya,  harus berorientasi manfaat untuk rakyat dan berorientasi pada prioritas untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, kebijakan angggaran belanja yang dilakukan tidak berdasarkan money follow function tetapi money follow program dan memangkas program yang nomenklatur yang tidak jelas.

“Lebih baik kita berantem di persiapan anggaran sehingga saat kita melaksanakannya lebih mudah, soft landing, jangan baik-baik di depan, tapi  ke depannya malah banyak masalah,” pungkasnya. (mk)

 

ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category