Business

SP Pertamina Tolak Akuisisi PGE Oleh PLN

img title

Jakarta, Petroenergy.id -- Noviandri President Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB)menyatakan pihaknya menolak rencana Kementerian BUMN untuk mengalihkan asset anak perusahaan PT Pertamina (PERSERO) yaitu PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang telah memasuki tahap lanjut."Ada indikasi bahwa ini dibiayai oleh taipan dan cukong untuk mengambil aset-aset Pertamina", katanya dalam konfrensi pers 4 Agustus 2016 di Jakarta.

Novi menjelaskan, proses ini dimulai dengan disepakatinya Memorandum Of Understanding (MOU) kedua BUMN tersebut. Nantinya PGE tidak lagi di bawah manajemen Pertamina namun diambil alih PLN. Tujuan dari MOU tersebut di sinyalir adalah untuk mendukung mega proyek ambisius listrik 35 ribu megawatt. "Padahal kita tahu kinerja PGE sangat bagus.Lalu kenapa justru diambil alih oleh PLN? Apa jaminannya kalau kinerja PGE akan makin bagus atau jadi terpuruk jika dibaha PLN?," ujar Novi.

Untuk itu, pihaknya menilai paling tidak ada tiga alasan mengapa pengambilalihan PGE oleh PLN harus ditolak :

1. Pengambilalihan Pertamina Geothermal Energy (PGE) oleh PLN merupakan upaya untuk menyingkirkan Pertamina dari Industri energy dan sekaligus melemahkan Pertamina dalam persaingan dengan perusahaan energy lainnya. Sebagaimana diketahui bahwa Energy Geothermal merupakan energy masa depan yang menjadi sasaran incaran investor swasta balk nasional maupun asing. Perusahaan perusahaan asing yang saat ini menjadi pesaing Pertamina di sektor energy seperti Chevron, Star Energy dan perusahaan swasta lainnya berlomba lomba melakukan investasi dan menguasai cadangan geothermal Indonesia dalam rangka mengincar bisnis ketenagalistrikan.

2. Asset Pertamina PGE akan menjadi ajang bancakan pemburu rente dengan menggunakan tangan PLN. Sebagaimana diketahui bahwa proyek pengadaaan lisn'ik 3S ribu megawatt merupakan proyek penjarahan keuangan negara dan pajak rakyat oleh para cukong, taipan dengan menggunakan tangan pemerintahan yang berkuasa dan memperalat BUMN PLN. Proyek 35 ribu megawatt berturnpu pada penguasaan sektor swasta terhadap pembangkit listrik melalui strategi Independent Power Producer (lPP) atau dikenal dengan pembangkit listrik swasta. Cepat atau lambat asset yang berasal dari Pertamina PGE akan berpindah ke tangan swasta.

3. Pengambil alihan asset Pertamina PGE oleh PLN akan menjadi alat bagi PLN dalam menumpuk utang baru dalam rangka menambal utang lama. Sebagaimana diketahui bahwa PLN selama ini telah dijadikan sandaran oleh pemerintah untuk menumpuk utang, dengan mengelembungkan asset dimana tahun 2014 aset PLN senilai Rp 538 trilyun tiba tiba meningkat menjadi Rp1227 trilyun, akibatnya PLN menanggung hytang yang luar biasa (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category