Profile

Sosok Dibalik Penetrasi Pasar Siemens

img title

Jakarta, petroenergi.id  -  Komitmen bisnisnya cukup sederhana, berusaha menjadi mitra teknologi yang handal di Indonesia.  Beberapa keunggulan ditawarkannya: ada produk, solusi dan layanan. Fokus bisnisnya pada elektrifikasi, otomatisasi, dan digitalisasi.

Itulah Siemens yang telah hadir di Indonesia sejak 1855 dengan awalnya menyediakan 10 mesin telegraf. Sejak hadir hinggga kini, Siemens semakin eksis di Indonesia. Sederet teknologi yang diklaim kekinian, diciptakannya guna memenuhi kebutuhan banyak sektor usaha. Industri minyak, gas dan batubara ikut dirambahnya pula.

Pundi-pundi keuntungan tentu melangit. Namun bukan itu yang dituju. Kepuasan konsumen adalah segala-galanya bagi Siemens. Kepuasan berarti pelayanan, dan itu dipenuhi oleh perusahaan yang saat ini memiliki 351 ribu karyawan, tersebar di lebih dari 100 negara.

Jangan ditanya kiprahnya di sektor elektrifikasi/kelistrikan, karena perusahaan ini adalah salah satu ‘raja’nya. Di sektor pertambangan, Siemens memang belum menjadi raja, namun tetap mencoba ke arah sana.

Tembus sektor tambang

Dengan meningkatnya tekanan bagi industri  untuk mencapai level produktifitas yang tinggi dengan biaya serendah mungkin, Siemens menyadari efisiensi menjadi hal penting dalam industri pertambangan saat ini.  

Momentum itu dimanfaatkan oleh Siemens dengan menghadirkan teknologi Integrated Drive Systems (IDS). Manakala disinergikan dengan teknologi automasi, teknnologi IDS punya peluang  besar diminati perusahaan batubara. Pasalnya, melalui teknologi IDS, kecepatan berjalan conveyor belt semakin kencang. Juga mampu meningkatkan efisiensi operasional, dan juga mengurangi beban biaya listrik.

Siemens tampaknya tengah mencoba menerobos ceruk pasar pertambangan yang sempit. Akankah menuai hasil? Paling tidak, baru PT Kaltim Prima Coal yang menggandeng Siemens untuk menerapkan teknologi itu di sejumlah conveyor belt milik perusahaan. Jadilah conveyor belt overland KPC tercepat di dunia saat ini.

Greget penetrasi

Greget penetrasi pasar tengah dirasakan oleh sejumlah orang di Siemens. Salah satunya oleh Stefanus R. Arif. Lelaki ramah penyandang gelar Master bidang Electrical Engineering dari Technical University of Munich, Jerman pada 1988 ini adalah Head of Digital Factory Division dan Head of Process Industries and Drives Division PT. Siemens Indonesia sejak Februari 2014. Ia berkembang bersama Siemens saat bergabung tahun 1995.

Stefanus memang berharap teknologi generasi baru untuk conveyor belt pertambangan batubara ini mampu menembus pasar Indonesia. Siemens tidak main-main dengan kualitas produk yang dihasilkan. Perseroan selalu memastikan produk yang dipasarkan memiliki kualitas terbaik di kelasnya.

Mengapa Siemens memilih Indonesia? “Negara ini memiliki sumberdaya yang banyak, potensi yang besar.” Itulah yang  dipahami Stefanus dari para pendahulunya. Kiprah perusahaan ini di Indonesia diwujudkan dalam sederet dampak positif. Setidaknya 1.500 orang Indonesia terserap sebagai karyawan Siemens Indonesia saat ini.

Mantan karyawan PT Dian Graha Elektrika dan PT Yasinta Poly ini memang tidak membawahi seluruh divisi bisnis yang ada di Siemens, tapi hanya delapan dari sembilan divisi yang ada. Divisi bisnis yang dipegang Stefanus  adalah Power & Gas, Power Generation Services,  Energy Management, Building Technologies, Mobility, Digital Factory, Process Industries and Drives, dan Healthcare.

“Kami bangga melihat konsumen menggunakan teknologi terbaru kami.” Itulah kunci kepuasan seorang Stefanus Arif. (san)  

ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category