Investment

Skema Pembangunan Kilang Bontang, Berubah: Instruksi Presiden Supaya Proyek Kilang Dipercepat

img title

Jakarta, petroenergy.id - Pemerintah akan mempercepat proyek pembangunan kilang minyak Bontang, Kalimantan Timur. Selaku Kementerian Teknis, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka opsi pergantian skema pengerjaan Kilang Bontang tersebut.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, mengatakan saat ini Kementerian ESDM sedang mengkaji dua opsi, terkait dengan perubahan skema, yakni skema penugasan kepada PT Pertamina (Persero), atau menyerahkan pembangunan kilang itu kepada pihak swasta. Namun, saat ini, skema pembangunan Kilang Bontang masih dalam bentuk Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Arcandra Tahar mengatakan, bisa diberikan kepada Pertamina jika keuangan Pertamina memungkinkan untuk membiayai proyek tersebut. Tapi, kalau keuangan Pertamina tidak mencukupi, maka akan ditenderkan ke pihak swasta.

"Ini adalah instruksi presiden, supaya pembangunan kilang tersebut cepat," kata Arcandara di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (27/10).

Menurut Arcandra, skema KPBU membuat proses pembangunan kilang berjalan lambat karena terlebih dulu melibatkan konsultan. Sementara pembangunan kilang tidak bisa menunggu waktu terlalu lama karena ketahanan energi nasional harus tetap terjaga.

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 146 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pembangunan dan Pengembangan Kilang Minyak di Dalam Negeri dengan skema KPBU, Menteri Energi menunjuk Pertamina sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PPJK). Sebagai PPJK, Pertamina nantinya berwenang merencanakan, menyiapkan transaksi, dan penandatanganan transaksi, serta melaksanakan pengawasan proyek KPBU.

Berbeda dengan skema KPBU, penentuan mitra dalam skema penugasan bisa dilakukan sendiri oleh Pertamina. Skema ini diterapkan untuk pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur.

Di Kilang Tuban, Pertamina menunjuk perusahaan migas asal Rusia, Rosneft, sebagai mitranya. Menurut Arcandra, skema penugasan akan mempercepat proses pembangunan kilang di dalam negeri. 

Di sisi lain, Kementerian ESDM sedang menggenjot pembangunan kilang minyak. Ke depan, selain Tuban dan Bontang, rencananya akan dibangun delapan kilang baru dengan kapasitas 1.169 ribu barel per hari (bph). Selain itu, meningkatkan kapasitas dua kilang.

Untuk menarik minat investor, Menteri ESDM Ignasius Jonan, menggodok aturan yang membuka peluang bagi swasta untuk menggarap proyek kilang di dalam negeri. Pihak swasta nantinya berpeluang memperoleh wilayah kerja serta menjual hasil produk kilangnya baik untuk pasar domestik atau ekspor. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category