Energy

Sistem Bonus Produksi Panasbumi Lebih Menguntungkan Dari PI

img title

Jakarta, PetroEnegy – Direktur Panasbumi Dijten EBTKE, Kementerian ESDM, Yunus Safeulhak menyatakan sistem bonus produksi bagi daerah penghasil panasbumi lebih menguntungkan daerah dibanding memakai system PI (Participating Interest).  “Buktinya banyak Pemda dan investor yang menunggu PP ini keluar,” kata dia menjawab pertanyaan PetroEnergy  dikantor Ditjen EBTKE Jumat 5 Agustus 2016.

 Yunus menjelaskan diantara kelebihannya adalah Pemda tak perlu menyediakan dana besar untuk membeli saham.  Pemda juga tak perlu terlibat dalam manajemen pengelolaan Panasbumi, sehingga para pengembang bisa lebih fokus. Dengan bonus produksi, maka daerah tidak perlu menyetor modal dan akan mendapatkan dana secara langsung. Dengan demikian, daerah juga tidak perlu menanggung risiko yang terjadi.

 “Tidak seperti PI, Pemda harus sediakan dana besar. Karena tak punya ujung-ujungnya Pemda pinjam lagi ke pihak ke3 atau swasta. Dalam perjalanannya,  saham Pemda bisa tergerus atau hilang akhirnya. Ini jelas merugika masyarakat daerah setempat. Intinya bonus produksi hasilnya jelas bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat lokal daripada jika menggunakan PI yang hanya dinikmati oleh sebagian komisaris saja,” jelasnya.

Bonus produksi  bisa memberikan kontribusi daerah untuk mendukung kegiatan pengembangan Panasbumi. Sedangkan sistem PI dianggap akan membebani pemegang PI atau Pemerintah daerah karena sebagai pemegang saham menanggung penyertaan modal untuk investasi. Padahal pengusahaan Panasbumi mempunyai resiko tinggi dan marginal.

“Dalam pasal –pasal PP Bonus produsksi juga ada menekannkan penggunaan bonus produksi bagi pemberdayaan masyarakat daerah. Namun begitu Pemerintah Pusat tak akan mengatur secara detail pemanfaatannya karena ini hak dan kebijakan daerah. Jadi begitu bonus produksi ditransfer sudah sepenuhnya milik daerah,” jelas Yunus.

Disisi lain bagi investor bila memakai sistem bonus produksi adalah PI-nya tidak berkurang. Bonus produksi tersebut di luar bagi hasil yang selama ini diperoleh daerah. Bagi hasil diperoleh dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kegiatan Panasbumi yang terdiri atas iuran tetap dan iuran produksi.

Sebagai informasi, bonus produksi adalah bonus yang diberikan kepada pemerintah daerah yang wilayah administratifnya meliputi wilayah kerja yang bersangkutan berdasarkan persentase tertentu dari pendapatan kotor produksi listrik atau uap secara komersial.

Bonus tersebut wajib diberikan oleh pemegang kuasa pengusahaan sumber daya Panasbumi, kontrak operasi bersama pengusahaan sumber daya Panasbumi, izin pengusahaan sumber daya Panasbumi dan Izin Panasbumi. Dengan ketentuan, sudah berproduksi,dan yang belum berproduksi, terhitung sejak unit pertama berproduksi secara komersial.

Bonus produksi dikenakan terhadap pendapatan kotor dari produksi uap dan listrik dan disetorkan secara langsung ke kas daerah oleh pemegang Kuasa pengusahaan sumber daya Panasbumi, kontrak operasi bersama pengusahaan sumber daya Panasbumi, izin pengusahaan sumber daya Panasbumi dan Izin Panasbumi.

Bonus Produksi dari produksi uap dikenakan kepada pemegang kuasa pengusahaan sumber daya Panasbumi dan kontrak operasi bersama pengusahaan sumber daya Panasbumi yang menjual uap.Sedangkan Bonus Produksi dari Produksi listrik kepada pemegang kuasa pengusahaan sumber daya Panasbumi, kontrak operasi bersama pengusahaan sumber daya Panasbumi, izin pengusahaan sumber daya Panasbumi dan Izin Panasbumi yang menjual listrik kepada Badan Usaha Milik Negara pemegang izinnusaha.

Sanksi admisnistratif akan dikenakan kepada pemegang Izin Panasbumi yang tidak memenuhi atau melanggar ketentuan tentang Bonus Produksi.Sanksi administratif akan sampai pada penghentian sementara seluruh kegiatan Eksplorasi, Eksploitasi, dan pemanfaatan; dan/atau pencabutan Izin Panasbumi.

"Bonus produksi sebelumnya bisa disetorkan dalam bentuk mata uang Rupiah atau Dollar Amerika sesuai dengan PJBU atau PJBL. Namun mengingat adaPBI baru yang mengharuskan menggunakan Rupiah, maka yang menggunakan mata uang asing hanya yang berdasarkan kontrak lama. BI juga sudah menyetujui ini,” tukas Yunus. (adi)

ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category