Business

Selain Produksi Listrik, Pengembang Panasbumi Bisa Produksi Fluida Untuk Bahan Kosmetik

img title

Jakarta, PetroEnergy.id -- Pakar farmasi dari Universitas Indonesia, Dr Joshita Djadjadisastra di acara International Workshop on Geothermal Technology and Business, kampus UI Depok Jawa Barat, 26 Oktober 2016 menyatakan, keberadaan lapangan panas bumi ternyata membuka sejumlah peluang bisnis pengadaan bahan-bahan dan zat mineral yang dibutuhkan di bidang medis dan kosmetika.

“Ini peluang bagi Indonesia yang memiliki existing lapangan panas bumi yang cukup banyak. Bahan-bahan mineral itu bisa diperoleh di sumur-sumur panasbumi,” katanya.

Sebagai contoh, katanya, ada yang namanya geothermal seawater yang berasal dari kedalaman dua ribu meter di bawah permukaan bumi adalah sumber dari air panas geothermal (geothermal hot water). Para penderita penyakit kulit seperti kudis yang mandi secara rutin menggunakan air panas geothermal memberikan dampak signifikan ke arah penyembuhan.

Geothermal seawater juga diketahui memberikan efek penyembuhan dan bahan-bahan yang aktif dalam tahap pengobatan seperti mineral, silika dan mikro alga (micro algae).

Zat dan mineral yang terkandung dalam fluida panasbumi yang bermanfaat di dunia medis dan kosmetika di antaranya sulfur untuk jerawat, emas dan perak sebagai nanomaterial untuk terapi kanker, kaolin (clay) sebagai material penyerap (adsorbent) dan pengental, bentonite dan paraffin wax juga sebagai pengental.

Sedangkan di bidang kosmetika, silika atau silicon dioxide adalah bahan utama untuk eyeshadow, dasar make ups (foundation make ups), pelurus rambut dan sebagai bahan emulsi. Silika juga digunakan sebagai bahan dasar alat kosmetika yang berbentuk batang (stick) seperti untuk deodorant, lipstick dan antiperspirant.

Sementara microalgae banyak mengandung chlorella (jenis tumbuhan yang paling tua di dunia yang memiliki struktur tangguh dan stabil serta yang banyak mengandung pigmen klorofil. Menggunakan teknologi terkini, struktur permukaan chlorella yang cukup kuat dapat dipecah sehingga kandungannya seperti protein, lipid, karbohidrat, selulosa, klorofil, vitamin dan mineral bias dimanfaatkan sebagai makanan sehat (healthy food) dan bahan aktif kosmetika.

“Saat ini dunia industri medis dan kosmetika mengimpor bahan-bahan ini yang sebenarnya bisa ditemukan di lokasi eksplorasi dan eksploitasi panasbumi. Ini adalah peluang bisnis baru yang bisa menjadi efek pemanfaatan ganda industri panasbumi,” ungkap Joshita yang meraih gelar PhD nya di bidang farmasi di Republik Chechnya.

Indonesia adalah negara yang memiliki potensi energi panasbumi terbesar di dunia dan baru lima persen yang dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik di tanah air.

“Industri medis dan kosmetika adalah industri yang sangat menggiurkan, jadi sudah saatnya para pengembang panasbumi di Indonesia juga memanfaatkan keuntungan ini sebagai potensi menghasilkan pendapatan dan modal untuk mensejahterakan masyarakat,” tambah Joshita.

Namun tantangan di industri panasbumi sendiri adalah apakah pemanfaatan konten yang ada di fluida akan mempengaruhi sistem panasbumi secara keseluruhan atau tidak, sehingga bisa mengganggu fungsi utamanya sebagai pembangkit listrik.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category