Energy

Satya Yudha: Tanpa Ada Bantuan Dana, Pengembangan EBT Menjadi Slogan Saja

img title

Jakarta, petronergy.id – Anggota Komisi VII DPR-RI, Satya W. Yudha, mengatakan program proyek percepatan 35.000 MW sampai 2019 sekiranya bisa terealisasi sekitar 20-25 ribu, itu sudah cukup bagus sekali.

Satya W. Yudha mengatakan hal tersebut diatas dalam presentasi yang disampaikannya pada acara Rapat Kerja Nasional KADIN Bidang Energi Terbarukan dan Lingkungan Hidup yang berlangsung di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (29/11).

Disebutkan, disaat gerak naiknya pertumbuhan ekonomi nasioanl berkisar 5,18% pada kuartal dua tak terhalang oleh lambannya elektrifikasi. “Kita harapkan dengan pertumbuhan ekonomi yang seperti ini tidak terpengaruh pada rasio elektrifikasi,” kata Satya Yudah. 

Satya Yudha menambahkan, DPR akan  mendorong supaya Kementerian ESDM bekerja sama dengan kementerian terkait secara lintas sektoral, terutama untuk masalah pembebasan lahan, dan juga memacu PLN untuk segera menyelesaikan proyek2 transmisi dan distribusinya. 

“Karena antara IPP dengan tugas PLN dalam mendistribution line ini kadang2 tidak match, maka kita menginginkan supaya distribution linenya sesuai dengan schedule pengembangan IPP,” kata Satya Yudha.

Satya Yudha mengingatkan bahwa jangan sampai IPP-nya sudah ada, lalu distribusinya tidak ada.Jika belum terbangun dengan baik atau jadwalnya molor, kata dia, tetep saja listrik tidak bisa teraliri.

Ketika menyinggung energi baru terbarukan (EBT), Satya Yudha, menjelaskan,harus ada keberpihakan pemerintah, terutama disaat harga minyak dunia sangat rendah. “Tanpa adanya bantuan dari dana ketahanan energi, maka pengembangan EBT itu menjadi tertunda atau menjadi slogan saja. Karena keekonomiannya tinggi dibanding menggunakan energi yang lebih kotor, dalam hal ini energi fosil, ini yang menjadi tantangan bagi kami,” pungkasnya. (mk)

 

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category