Oil & Gas

Satya W Yudha: Sangat Disayangkan Bila Presiden Tidak Hadiri Event IPA

img title

Jakarta, petroenergy.id - Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat, Satya Yudha, menyoroti Presiden Joko Widodo yang tidak berkenan hadir pada event besar minyak dan gas bumi (migas), Indonesian Petroleum Association (IPA). Pada hal, banyak investor yang berharap untuk dapat bertemu langsung dengan Orang Nomor Satu Indonesia itu.

Satya W. Yudha menyatakan hal itu ketika melihat beberapa pejabat negara pejabat publik urung menjadi pembicara pada diskusi publik Ngobrol@Tempo tema “Mencari Win Win Solution Untuk Mendorong Investasi Migas” di Jakarta, Selasa (31/1). Pejabat negara itu adalah Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Sementara, pejabat publik adalah Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi.

"Tadi malam di Komisi VII saya banyak dikusikan menyangkut  tema pagi ini. Rencananya, kalau Pak Amien (Kepala SKK Migas--red) hadir di acara kita pagi ini saya mau share...tentu lebih bagus kalau beliau hadir," kata Satya W Yudah sedikit kesal.

Satya W Yudha pun akhirnya meramabah pada sosok Presiden Joko Widodo yang tahun lalu berhalangan hadir pada acara pembukanan IPA. Ketidakan hadiran Presiden dan menteri-menterinya pada acara perminyakan, IPA dan seminar-seminar migas lainnya, adalah bentuk kurangnya perhatian terhadap kelangsungan sektor ini. “Ketidakhadiran Presiden pada pembukaan IPA, ini sangat disayangakan bila dihubungkan dengan keadaan industri migas nasional yang masih sangat membutuhkan kehadiran investor,” kata Satya W Yudha.

Menurutnya, event IPA merupakan event terbesar yang diselenggarakan oleh induk organisasi migas nasional. Pada event konferensi dan pameran ini selain menampilakn teknologi perminyakan, juga dihadiri oleh seluruh stakeholder dan investor dari dalam dan luar negeri.

Dalam pernyataannya, Satya W. Yudha sangat menyayangkan bila Presiden sampai tidak hadir lagi dalam acara IPA berikutnya.  Karena, hadir-tidaknya Presiden Bapak Joko Widodo, akan menjadi indikator berhasil-tidaknya penyelenggaraan IPA. Sebab, ecara tradisi selama ini, suksesnya event IPA bila dibuka secara resmi oleh Presiden.

“Menurut saya, kehadiran seorang Presiden di event-event migas seperti IPA, ini sangat besar pengaruhnya,  terutama dalam meyakinkan calon investor. Disamping itu, kehadiran Presiden bisa dikatakan sebagai bentuk empati, respon atau perhatian khusus kepada pelaku industri. Saya kira, tidak hanya dilakukan oleh Presiden akan tetapi juga oleh para menteri-menteri beliau untuk lebih respek terhadap upaya-uapaya yang dapat untuk mendorong kemajuan industri migas umumnya,” kata Satya W Yudha. (mk)

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category