Other

Salamuddin Daeng: Dirut Pertamina Baru Harus Lepas dari Intervensi Politik  

img title

 

Jakarta, petroenergy.id – Penunjukan dan pengangkatan Direktur Utama Pertamina yang baru masih menjadi isue hangat dalam beberapa hari terakhir. 

Keingintahuan publik terhadap hali ini sangan tinggi sehingga tidak heran pandangan mata rakyat Indonesia tertuju pada isu pengantian Dirut Pertamina mengingat Pertamina sebagai BUMN vital yang mengelola kebutuhan dasar rakyat yakni minyak dan gas (migas).

Untuk itu Pemerintah,  dalam hal ini Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini Soemarno,  harus bijaksana dalam pengangkatan Dirut Pertamina, agan nantinya tidak mengecewakan rakyat.

Dalam berbagai diskusi publik akhir-akhir ini disebutkab setidak ada beberapa poin penting untuk dipertimbangankan. Menurut  Salamuddin Daeng pertama Pemerintah terlebih dahulu menjelaskan ke Publik mengenai pemberhentian Dirut  Pertamina dan penghapusan posisi Wakil dirut beberapa waktu lalu. 

Pakar ekonomi dari AEPI ini, dengan tegas meminta agar pencopotan dirut dan penghapusan posisi wakil dirut yang merupakan keputusan pemerintah harus nya dijelaskan secara transparan sehingga tidak menimbulkan berbagai isu yang pada akhirnya tidak menguntungkan bagi Pemerintah itu sendiri.

Kedua, pemerintah tidak perlu tergesa gesa dan kejar tayang untuk mengisi posisi Dirut yang kosong karena pada hakekatnya Pertamina untuk 2 atau 3 bulan kedepah tetap bisa berjalan seperti biasa karena Pertamina tentu sudah punya acuan dan sistem yang bisa berjalan tanpa harus dikomandoi sepenuhnya oleh seorang dirut. 

Ketiga fungsi dan peran dewan komisaris Pertamina diketahui oleh publik , Pemerintah sebaiknya menjelaskan  hasil keputusan dewan komisaris terkait permasalahan internal pertamina apakah benar pencopotan dirut dan penghapusan jabatan wakil dirut karena semata mata terkait dengan adanya posisi wakil dirut.

Hal Ini sangat diperlukan untuk menghindarkan   tuduhan dan fitnah yang kurang berdasar, baik terhadap Mantan Dirut dan juga mantan wadirut sehingga  pergantian direktur utama nantinya dapat berlangsung secara elegan, tidak menghadirkan konflik baru di dalam Pertamina.

Keempat Pertamina di tangan pejabat sementara Dirut tengah melakukan pembenahan terhadap berbagai masalah internal yang terjadi. 

Plt Dirut  diharapkan dapat mempersiapkan dan membenahi permasalahan yang disisakan oleh dirut yang dicopot  dan menciptakan kebersamaan antar direksi serta mempertahankan kinerja staf dan pekerja Pertamina.

Kelima Pemerintah harus melakukan seleksi yang baik terhadap direktur utama yang baru yang harus visioner dan mengerti benar perkembangan situasi global, geopolitik, keadaan bangsa dan negara. 

Sektor ESDM sekarang sedang menjadi arena pertarungan, perebutan pasar dan perebutan aset Pertamina. 

Dirut yang baru harus diseleksi dan jelas rekam jejaknya yang bersih dari kepentingan kelompok dan utamanya mampu mendongkrak perolehan laba Pertamina yang tidak bisa mengandalkan dari pendapatan sektor hulu semata.

Salamuddin Daeng menegaskan, dewasa ini harga minyak sedang mengalami pelemahan. Perusahaan perusahaan minyak nasional sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan dari usaha hulu. 

Pelemahan harga minyak ini akan berlangsung lama dan dalam jangka panjang. Dengan demikian dirut Pertamina yang baru harus kaya akan berbagai strategi dan terobosan untuk memperkuat usaha hilir Pertamina, mempertahankan kinerja keuangan Pertamina dan menyelamatkan aset aset Pertamina. 

Oleh karena itu Pemerintah harus memperhatikan dan mendengarkan aspirasi internal Pertamina terutama dari pekerja  serta Serikat pekerja Pertamina. Mengingat direktur baru akan memimpin pekerja yang nanti harus bekerja sepenuh hati dalam memastikan tercukupinya hajat hidup rakyat banyak. 

Pemerintah, kata Salamuddin Daeng, harus mendengar juga aspirasi masyarakat, kalangan independen, para akademisi, yang selama ini mefokuskan kajian dan penelitian mereka terhadap masalah migas. Kandidat dirut Pertamina yang baru hendaknya dibuka ke Publik untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Dia berharap, Dirut Pertamina yang baru sedapat mungkin harus dilepaskan dari intervensi politik yang berlebihan, sehingga Pertamina  tidak dijadikan sebagai ajang bancakan untuk kepentingan politik kekuasaan. Kecenderungan semacam itu sekarang sangat terasa. Ada upaya menjadikan Pertamina sebagai ajang bancakan untuk pemilu 2019. Pertamina menjadi sasaran bancakan oligarki nasional dalam berbagai rantai suplai Pertamina mulai dari investasi mega proyek pertmaina, impor migas, ekspor migas, dan penjualan migas kepada masyarakat. Oligarki ini yang menyebabkan Pertamina akan semakin tidak efisien. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category