Global

Russia Aktif Tawarkan Teknologi PLTN

img title


Jakarta, PetroEnergy.id – Perwakilan Rossotrudnichestvo dan Direktur Russian Center of Science and Culture Jakarta Vitaly Glinkin menyatakan bahwa Russia merupakan pemimpin di bidang industri nuklir dunia, yang juga mitra tradisional Indoneisa. Oleh karena itu ia berharap Indonesia akan mengambil penggunaan energi nuklir atau PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) untuk kebutuhan perdamaian.” kata Glinkin dalam seminar untuk media, yang diselenggarakan oleh ROSATOM bersama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada 11 Oktober di Russian Center of Science and Culture, Jakarta.

Senada, Dmitry Somakhin, Profesor dari Russian National Research Nuclear Universsity MEPhI menyatakan; “Teknologi Nuklir modern itu aman, dan telah terbukti lebih dari 50 tahun bebas kecelakaan dengan reactor VVER yang beroperasi di seluruh dunia – dari luar lingkar Arktik ke ujung selatan India. Baru-baru ini, di Rusia, kami telah menugaskan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama dari generasi 3+ dengan reaktor VVER-1200. Reaktor ini terlindungi dari segala bencana alam yang mungkin, dan tidak hanya memenuhi persyaratan pasca-Fukushima,” jelasnya.

Dmitry membandingkan atom dengan sumber energi lainya, menyimpulkan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir tidak hanya menyediakan pembangkit listrik beban-dasar dengan biaya yang bisa diprediksi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap lingkungan yang lebih hijau.
Menurut Samokhin, selama 60 tahun beroperasi, pembangkit listrik tenaga nuklir yang telah dibangun oleh Rosatom di Rusia dan di negara-negara lainya telah membantu untuk menghindari lebih dari 15 miliar ton emisi CO2, yang kira-kira sesuai dengan volume dari seluruh emisi CO2 dari Tiongkok untuk 2 tahun, atau dari negara-negara Asia lainnya selama 4 tahun.

Kepala BATAN, Djarot S. Wisnubroto, menyatakan Indonesia memang sangat memerlukan energi nuklir. “Kami melihat bahwa tanpa keputusan untuk membangun pembangkit listrik tenanga nuklir, akan sangat sulit bagi pemerintah untuk mencapai target kapasitas pembangkit listrik baru. Selain itu, tenaga nuklir akan memungkinkan pelaksanaan komitmen yang diambil oleh Indonesia untuk mengurangi emisi CO2 sebesar 30% pada awal 2030, tanpa mengurangi pertumbuhan industri di negara ini. Meskipun memiliki pendapat yang berbeda, Indonesia telah lama siap untuk tenaga nuklir, kitamemiliki sumberdaya manusia dan teknologi yang tepat” kata Djarot.

Asal tahu saja, Perusahaan Negara Energi Atom ROSATOM telah menaungi lebih dari 360 perusahaan nuklir dan institusi riset dan penelitian, dan juga pemilik dari teknologi kapal pemecah es dengan teknologi nuklir. ROSATOM merupakan pemimpin dalam industri teknologi nuklir. Perusahaan ini mengoperasikan 26,3 GW total kapasitas tenaga nuklir di Rusia, dan pada saat yang sama mengerjakan proyek-proyek konstruksi 38 reaktor nuklir, yang mana 29 diantaranya berada di luar negeri seperti di India, Tiongkok, Turki, Vietnam, Finlandia, Hungaria, dan lainnya. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category