Global

Rp 160,8 Triliun Investasi Jepang Untuk Infrastruktur 35 Ribu MW

img title

Jakarta, petroenergy.id - Setidaknya dana sebesar US$ 12 miliar atau sekitar Rp 160,8 triliun telah disediakan investor asal Jepang dalam proyek pembangunan infrastruktur listrik 35 ribu MW. Hingga saat ini mereka telah membangun hampir 8.200 MW, dan hampir 48% mega proyek itu ditangani swasta Jepang.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas T Lembong, mengakui  Jepang berperan besar dalam proyek 35 ribu MW. Dari total proyek 35 ribu megawatt, 25 ribu MW digarap oleh swasta dan sisanya oleh PT PLN (Persero).

Sejumlah perusahaan Jepang juga terlibat dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2X1.000 MW di Kabupaten Batang di Jawa Tengah. Bersama PT Adaro Energy Tbk, Electric Power Development Co, Ltd (J-POWER) dan Itochu Corp ikut dalam proyek listrik skala besar tersebut.  

“Lebih dari lima tahun PLTU Batang sempat mangkrak, sampai Presiden Jokowi turun tangan. Proyek itu dua per tiganya dari J Power dan Itochu,” kata Thomas Lembong, Minggu  (15/1/2017).

Hingga kuartal III 2016, menurut Thomas Lembong, investasi Jepang di Indonesia telah mencapai US$ 4,5 miliar, tiga kali lipat dari China. China berada di peringkat ketiga, Jepang di peringkat kedua di bawah Singapura yang mencapai US$ 7,1 miliar. Tahun ini, lanjut Thomas Lembong, Jepang akan mendominasi investasi di sektor ketenagalistrikan. (san/*)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category