Other

Rini Soemarno: Terbuka Peluang untuk Wakil Direktur Utama Pertamina dan Satu Direktur Baru

img title

Jakarta, petroenergy.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, masih belum memberikan jawaban pasti terkait renacananya akan menambah jajaran direksi di PT Pertamina (Persero).

Saat dikonfirmasi wartawan di  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, (2/9), Rini Soemarno, mengatakan belum menyetujui usulan penambahan jajaran direksi di tubuh PT Pertamina.

“Belum ada persetujuan… kami lagi mengkajinya. Kami akan lihat dulu seberapa bersar kebutuhannya, karena bila itu terjadi tentu akan banyak perubahan,” kata Rini Soemarno.

Namun, dia mengatakan tetap membuka peluang untuk menambah wakil direktur dan satu direktur baru di jajaran direksi Pertamina. Menurutnya, usulan penambahan direksi oleh jajaran komisaris didasari pada kebutuhan Pertamina untuk berkonsentrasi mengembangkan bisnisnya di hulu dan hilir.

Dijelaskannya, Pertamina  memilik dua aktivitas utama, yaitu: hulu dan hilir. Hilir katanya, membidangi marketing, ritel, dan termasuk mengurus LPG. Sedangkan hulu membidangi eksploitasi, eksplorasi dan produksi.

Terkait hal ini dimana sebelumnya Dewan Komisaris Pertamina mengirimkan surat bertanggal 8 Agustus 2016 kepada Menteri BUMN Rini Soemarno. Surat tersebut berisi usulan perubahan struktur dan penambahan anggota direksi Pertamina

Garis besarnya adalah agar dibentk Wakil Direktur Utama sekaligus bertindak selaku Chief Operating Officer (COO) bidang hilir dan Energi Baru Terbarukan (EBT). Usulan kedua, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia. Posisi wakil direktur utama sekaligus memimpin dan mengkoordinasikan Direktur Marketing dan Retail, Direktur Pengolahan dan Senior Vice President EBT.

Wakil direktur utama akan bertanggung jawab secara keseluruhan atas kinerja operasional dan finansial pada sektor hilir, seluruh kilang eksisting, dan pemanfaatan EBT. Kewenangannya pun mencakup koordinasi atas kebijakan atau strategi bisnis anak-anak perusahaan yang berada di bawah lingkup hilir dan EBT dengan Direktur Marketing & Retail, Direktur Pengolahan, dan SVP EBT. 

Sementara itu, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia memiliki sembilan tugas dan kewenangan. Intinya, direktur baru tersebut memimpin dan mengarahkan kegiatan megaproyek pengembangan berskala nasional di sektor pengolahan dan petrokimia. (mk)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category