Maritime

RI – Jepang Tingkatkan Kerjasama Implementasikan Inaportnet

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Pemerintah Indonesia memiliki hubungan kerjasama yang baik dengan Pemerintah Jepang selama 60 tahun. Salah satunya dalam pemberian technical assistant atau bantuan teknis dari Jepang kepada Indonesia dalam implementasi Inaportnet.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memberikan sambutan pembukaan di acara Seminar Inaportnet "Strategi Peningkatan Electronic Data Interchange (EDI) pada Pelabuhan di Indonesia" di Hotel Sari Pan Pacific di Jakarta, Rabu (24/1/2018), mengatakan hal yang paling utama diperbaiki dalam mengimplementasikan inaportnet  adalah mindset dan culture dari penggunanya.

Untuk itu Menhub meminta kepada Dirjen Perhubungan Laut beserta jajarannya untuk dapat menyelesaikan quickwin terkait penerapan teknologi informasi khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok pada pertengahan Februari 2018 mendatang.  "JICA sudah memberikan suport teknologi dan bantuan teknis untuk meningkatkan implementasi inaportnet di Indonesia dan saya yakin kegiatan ini dapat bermanfaat bagi perkembangan sektor transportasi di Indonesia serta meningkatkan keakraban hubungan dengan negara Jepang," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Dwi Budi Sutrisno mengungkapkan bahwa bantuan teknis yang diberikan Jepang kepada Indonesia salah satunya  melalui penyelenggaraan Seminar Inaportne. Seminar ini terselenggara atas kerjasama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan Japan International Cooperation Agency (JICA)..

“Melalui kegiatan ini kita dapat saling bertukar pikiran dalam peningkatan implementasi inaportnet di Indonesia, dan yang terpenting adalah kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman Jepang dalam menerapkan Sistem Pertukaran Data Elektronik (EDI) di pelabuhan,” imbuhnya.

Dwi menjelaskan bahwa Indonesia telah mengimplemantasikan sistem EDI di pelabuhan atau dikenal dengan nama Inaportnet pada 16 pelabuhan di Indonesia dalam kurun waktu 2016 – 2017.

"Sistem Inaportnet ini digunakan untuk meningkatkan kecepatan pelayanan kapal di pelabuhan dan menyederhanakan prosedur yang ada di pelabuhan sehingga kegiatan di pelabuhan dapat berjalan lebih efektif dan efisien serta dapat menurunkan biaya logistik," kata Dwi. Setelah diimplementasikan, Dwi menambahkan, sistem inaportnet tentu harus terus ditingkatkan dan dikembangkan agar dapat berjalan lebih baik dan lancar.

“Untuk meningkatan implementasi Inaportnet di lapangan maka Ditjen Perhubungan Laut bekerjasama dengan JICA melaksanakan proyek kerjasama “Strategi Peningkatan Electronic Data Interchange (EDI) pada Pelabuhan di Indonesia” yang berlangsung selama 2 tahun mulai bulan April 2017 sampai dengan bulan April 2019,” jelas Dwi.

Dwi menjelaskan bahwa proyek kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat sistem Inaportnet di Indonesia dengan menganalisa berbagai tantangan yang muncul setelah diimplementasikan, menganalisa prosedur terkait di pelabuhan sesuai dengan SOP yang ditetapkan oleh Pemerintah, meningkatkan pemahaman dan kesadaran para stakeholder di pelabuhan untuk mengikuti seluruh prosedur dalam sistem inaportnet.

Penerapan inaportnet merupakan bentuk kesungguhan dan komitmen Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pelayanan kapal di pelabuhan. "Pemerintah berharap kerjasama dengan seluruh pihak termasuk dengan Pemerintah Jepang dapat terus ditingkatkan sehingga dapat memberikan manfaat yang besar dalam pengembangan Inaportnet di Indonesia," tutup Dwi. - san

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category