Oil & Gas

Repsol Temukan Cadangan Gas di Blok Sakakemang, Masuk 5 Besar "Giant Discovery" Tahun 2018-2019

img title


petroenergy.id, Jakarta - Dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (21/2). Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengapresiasi kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama Repsol atas penemuan "giant discovery" di Wilayah Kerja Sakakemang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan.

Arcandra menyampaikan "Ini adalah (penemuan cadangan) yang kedua terbesar setelah di (Blok) Corridor. Semoga nanti di sekitar area ini ditemukan cadangan-cadangan baru, termasuk WK baru, South Sakakemang, yang berdekatan dengan Sakakemang. Semoga Repsol bisa beruntung juga mendapatkan cadangan yang lebih dari di Sakakemang,"

Kontraktor Kontrak Kerja Sama Repsol telah menemukan cadangan gas baru yang sangat besar di Blok Sakakemang. Total cadangan gas yang ditemukan pada pengeboran Sumur Kaliberau Dalam 2X (KBD2X) mencapai 2 triliun kaki kubik (Tcf) gas. Penemuan dari sumur KBD2X ini termasuk dalam lima penemuan terbesar di dunia pada tahun 2018-2019 dan menjadi penemuan terbesar di Indonesia selama dua dekade terakhir.

Sumur KBD2X mulai ditajak pada 20 Agustus 2018 dengan target fractured basement reservoir. Jenis reservoir ini memiliki potensi hidrokarbon yang menjanjikan, terutama di wilayah Sumatra Selatan. Hal ini terbukti dengan penemuan-penemuan sebelumnya di wilayah kerja lain seperti Lapangan Suban dan Sumpal, KKKS ConocoPhillips Indonesia. Eksplorasi yang dilakukan Repsol sendiri dibantu oleh dua anggota konsorsium lainnya, yakni Petronas dan Mitsui Oil Exploration. Eksplorasi pada pertengahan 2018 itu ternyata sukses untuk mendapatkan potensi cadangan gas.

Repsol kembali berinvestasi di Indonesia dan menjadi KKKS sejak tahun 2009 dengan fokus pada aset-aset di wilayah timur Indonesia. Repsol kemudian mengambil Talisman pada tahun 2015. Saat ini Repsol mengelola empat wilayah kerja eksplorasi yaitu East Jabung, Sakakemang, South East Jambi, dan Andaman 3.

Sementara itu Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Bumi dan Gas Bumi (SKK Migas Dwi Sutjipto menambahkan, "Keberhasilan sumur KBD2X akan membuka eksplorasi dengan target fractured basement di wilayah lain di Sumatra Selatan hingga ke Sumatera Tengah, dan menjadi pemicu semangat dalam melakukan eksplorasi hulu migas yang lebih masif di Indonesia." 

Ia menuturkan, dengan koordinasi antara Repsol dan SKK Migas, setiap kendala yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik sehingga target di kedalaman 2.430 meter measure depth pada awal Februari 2019 pada akhirnya mencapai target serta telah melakukan tes produksi dengan hasil sementara yang signifikan.

Diberitakan hingga kini, pihak Repsol sendiri terus menggenjot eksplorasi. Tahun ini mereka akan melakukan appraisal well. Director Regional Exploration-Eastern Hemisphere Repsol Simone Sciamanna, di Kantor SKK Migas. Mengatakan "Kita akan bor appraisal well tahun ini. Ini dilakukan untuk akses potensi lebih jauh lagi,"

Simone juga menambahkan "Nanti akan bangun plant untuk produksi. Kita akan tes, ini komitmen kita untuk percepat”. [str]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category