Event

Reed Panorama Gelar ITSCL

img title

Jakarta, PetroEenergy.id -- Reed Panorama Exhibitions (RPE) kembali menyeienggarakan pameran lndonesia Transport Supply Chain & Logistics (ITSCL) 2016 yang akan digelar di Jakarta International Expo pada 19-21 Oktober 2016. ITSCL akan bersinergi dengan Jakarta International Summit and Expo (JILSE) 2016 sebagai bentuk kesatuan untuk memajukan industri logistik dan rantai pasokan di lndonesia. dan memosisikanya sebagai pusat logistik di wilayah Asia Pasifik.

ITSCL diharapkan dapat menciptakan sebuah wadah bagi regulator dan praktisi logistik serta industri rantai pasokan dan membawa pandangan baru bagi industri. James Boey, General Manager Reed Panorama Exhibitions (RPE) mengatakan, “Acara ini akan menjadi platform yang menghadirkan pameran serta pertemuan dan diskusi secara berseri untuk menjabarkan isu terkini, solusi serta berbagi ide dan sesi membangun jejaring. Kami berharap untuk mendukung industri ini dengan menciptakan peluang bisnis di acara ini.”


Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai mengatakan, “Pembangunan Pusat Logistik Berikat (PLB) sangatlah penting untuk mengurangi waktu inap, sehingga biaya logistik Iebih efisien, dan dapat menjadikan Indonesia sebagai hub logistik di kawasan Asia Pasifik. Hingga saat ini, Indonesia telah membangun 14 PLB yang melayani berbagai sektor seperti minyak & gas, pertambangan, Maintenance, Repair and Overhaul (MRO), otomotif, dan farmasi. Sekitar 25 PLB akan segera dibangun dalam waktu dekat ini, berkolaborasi bersama asosiasi dan pemain utama di industri ini."

Rosan P. RoesIani, Ketua Kamar Dagang dan lndustri Indonesia (KADIN) mengatakan, “Merupakan hal yang penting bagi KADIN untuk dapat membangun hubungan yang baik serta tingkat kenyamanan yang tinggi dengan komunitas bisnis. Hal ini dapat membangun kepercayaan sehingga akhirnya dapat mendukung dan memperkuat reIasi bisnis. Pameran dan konferensi ini bermanfaat dalam memberikan berita terbaru seputar perkembangan dan peluang bisnis di Indonesia termasuk sektor transportasi, logistik dan rantai pasokan. Selain itu, konferensi ini menjadi wadah untuk membangun jejaring bagi perusahaan untuk berkenalan atau menggali peluang bisnis dengan berkolaborasi dengan calon mitra terpilih.”


Didukung oleh Kementrian Keuangan, Kementrian Industri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kamar Dagang dan industri Indonesia (KADIN). Asosiasi Logistik lndonesia (ALI), Asosiasi Forwarders lndonesia (ALFI), Asosiasi Pengusaha Truk lndonesia (APTRINDO), Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) dan Perhimpunan Pusat Logistik Berikat lndonesia (PPLBI) serta berbagai asosiasi pendukung lainnya. Tujuan ITSCL adalah menjadi forum untuk diskusi dan menghasilkan rekomendasi bagi pemangku kepentingan seputar isu logistik nasional.

Data dari Frost 8. Sullivan1 mengungkapkan bahwa industri logistik lndonesia diperkirakan akan berkembang 15,4 persen pada 2020. Hal yang mendorong pertumbuhannya termasuk dari sektor konekvitas perdagangan maritim yang semakin membaik dikarenakan iokasi geografi yang strategis untuk perdagangan dunia, serta meningkatnya perdagangan berbasis e-commerce. Selain itu. Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) juga membuka peluang untuk Penyedia Layanan Logistik atau Logistic Service Providers (LSP) melalui ekpansi bisnis dil wilayah ini. Walaupun saat ini lndonesia memiliki keterbatasan infrastruktur logistik, yakni produktivitas yang standar di pelabuhan, serta biaya angkut yang tinggi, namun ada beberapa faktor pendukung yakni melalui jejaring logistik MEA seperti fasilitas jaringan yang canggih, investasi infrastruktur. keuntungan bagi kebutuhan pelanggan, penanganan kargo secara berkuaiitas serta pelatihan untuk profesional logistik.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category