Business

PT Andritz Hydro Bersama IPP Kembangkan Hydro Power Plant

img title

Jakarta, petroenergy.id – PT Andritz Hydro akan terus berupaya untuk mendorong pengembangan infrstruktur ketenagalistrikan di Indonesia, khususnya pembangkit listrik tenaga air. Sebagai supplier terbesar bidang pembangkit listrik, perusahaan asal Austria ini berkomitmen akan menciptakan inovasi melalui teknologi baru dalam pengembangan hydro power plant.

Demikian disampaikan oleh Josef M. Ullmer, President Director, PT. Andritz Hydro Indonesia, kepada wartawan di selah-selah kesibukannya pada acara Customer Day Indonesia yang digelar di Double Tree Hotel, Jakarta, Rabu (29/3).

“Andritz Hydro, sebagai mitra kerja bidang pembangkit listrik akan terus mendorong perkembangan pembangkit listrik di Indonesia, salah satu strateginya adalah dengan menggandeng pihak swasta (IPP—red),” katanya.

Menurutnya, sebagai salah satu perusahaan terkemuka dunia di bidang perangkat pembangkit listrik tenaga Air, Andritz Hydro sejak lama berkerjasama dengan PLN dalam meningkatkan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia.

Senanda dengan Josef M. Ullmer, Hari Hartono, Installation & Service Division Manager PT Andritz Hydro, kepada wartawan, mengatakan, PT  Andritz Hydro sebagai mitra kerja PLN akan terus mengandeng piahak swasta (IPP) dalam mengmbangkan pembangkit listrik di Indonsia.

"Kita akan terus mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air/Hydro (PLTA--red) di Indonesia. Perusahaan kita sudah bekerja sama dengan PT PLN (Persero) maupun swasta," kata Hari Hartono sambil menambahkan, “PLTA sudah banyak terpasang di Indonesia, mulai dari penstock; automation, control & protection; electric power system; generator dan turbine.

Hari Hartono menambahkan, PT Andritz Hydro ini sudah familiar dalam melayani maintenance untuk IPP yang menggunakan mesin PLTA miliknya hingga 24 bulan.

Di hadapan para pelaku usaha bidang pembangkit swasta (IPP), Hari Hartono,  menegaskan bahwa saat ini PT Andritz Hydro menguasai 70 persen pangsa pasar untuk PLTA. "PT. Andritz Hydro menguasai 70 persen pangsa pasar untuk PLTA di Indonesia.Mayoritas proyek besar yang dimiliki oleh  PLN disuplai oleh Andritz Hydro, contohnya Cirata I dan II dengan total kapasitas 8 x 126 MW," kata Hari Hartono.

Ditambahkannya, kontribusinya secara garis besar melalui PLN. "Kalau kita kirim paket ke PLN itu mulai Penstock, Generator; Automation, Control & Protection; Electric Power System; dan Turbine, kita Support semua, kecuali trafo dan ditribusi serta jaringan transmisinya,” ujarnya.

Andritz Hydro membawa berbagai macam teknologi pembangkitan hydro k Indonesia  seperti Generator; Automation, Conttol & protectionElectric power System; dan Turbine, pembangkit listrik tenaga air Bungin 2x1,5 MW, Lubuk Gadang 2x4 MW, Segara 1 2x2,5 MW, Cianten 1 2x1 MW, Cianten 2x2,5 MW. Hal itu dikembangkan oleh IPP.

Sementara itu, di tempat yang sama Maritje Hutapea, Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, dalam sambutannya  mewakili Dirjen EBTKE, Rida Mulyana, mengatakan bahwa pemerintah telah mentargetkan peningkatan pemanfaatan EBT melalui dorongan regulasi. "Target pemerintah pasti tinggi ...itu jelas, karena pemerintah sudah menset up target 23 persen hingga 2025," katanya.

Menurutnya, pemerintah mendorong pengembangan EBT dengan support dari aspek regulasi, sedangkan aspek pendanaan dan teknologinya adalah pihak swasta. "Semua kita dorong dari regulasinya. Sedangkan finansial dan teknologinya  kita kembangkan, mulai dari hydro, wind, solar, thermal, bio energi, bahkan sekarang samudra energi laut sedang kita eksplor, ini bersama dengan swasta," kata Maritje Hutapea.

Maritje mengatakan, secara jelas dapat diliat dalam RUEN bahwa target sebesar 45.000 MW untuk pada tahun 2025, terdiri atas energi panas bumi 7.900 MW, bio energi, solar, wind, dan air. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category