Other

PT Agincourt Reources Pengelola Tambang Emas Martabe Siap Bor Area Ekspolasi Sepanjang 82.000 M, 2019

img title

petroenergy.id, Batangtoru - PT Agincourt Resources (AR), perusahaan tamabang yang kini dibawah kendali PT United Tractors Tbk (UT) giat melakukan eksplorasi Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Aktivitas eksplorasi terfokus di 13 anjungan sebagai pengboran lanjutan.

Chief Geologist Agincourt Resources, Steve McCarthy, mengatakan, program 2019 telah siap lakukan pemboran eksplorasi  sepanjang  82.000 meter.

Untuk meminimalisir dampak lingkungan, operasi pengeboran tersebut akan didukung penggunaan helikopter. Dengan menggunkan helikopter, kata Steve McCarthy, maka tidak perlu membuka area hutan.

Kepada para editor senior dan editor in chief media nasional yang melakukan kunjungan tiga hari  di Tambang Emes Martabe Batangtoru (20 -22 Agustus 2019), Steve McCarthy, berujar, Agincourt Resources selalu mengutamakan aspek kelestarian lingkungan.

“Untuk itu, setelah kegiatan pengeboran selesai area tersebut langsung direhabilitasi kembali,” katanya.

Dalam presentasinya, Steve McCarthy menjelaskan program eksplorasi lanjutan tambang Martabe, selain melakukan pengeboran, juga  tengah melakukan survei geofisika permukaan tiga dimensi di wilayah seluas 30 kilometer persegi.

Survei ini, kata dia, bertujuan mengidentifikasi target pengeboran lanjutan untuk memperpanjang umur deposit mineral tambang Martabe hingga 2050 atau bahkan lebih lama lagi.

“Kami juga menyiapkan rencana eksplorasi regional. Namun, rencana ini belum bisa dilaksanakan saat ini karena menunggu izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujar Steve McCarthy.

Seluruh kegiatan eksplorasi di Tambang Emas Martabe saat ini didukung oleh gabungan 650 personil termasuk pegawai PT Agincourt Resources dan kontraktor.

Agincourt tahun ini menyiapkan dana US$25 juta atau sekitar Rp 355 miliar untuk eksplorasi lanjutan tersebut. Menurut Steve McCarthy, pada akhir Deember 2018, kandungan mineral tambang Martabe diperkirakan mencapai 8,1 juta ounces emas dan 69 juta ounces perak. Cadangan tersebut tersebar di enam area prospek.

Steve McCarthy  menambahkan dari enam area tersebut baru tiga yang sudah berproduksi, yaitu Purnama Pit, Ramba Joring Pit dan Barani Pit. Tiga lainnya yaitu Uluala Hulu, Tor Uluala dan Horas Pit belum produksi.

Sementara itu,  Wakil Presiden Direktur dan CEO Agincourt Resources, Tim Duffy, memprediksi umur deposit tambang emas Martabe mencapai 15 hingga 16 tahun ke depan. Dengan demikian, kata dia, kegiatan eksplorasi lanjutan yang cukup agresif diperlukan untuk memperpanjang umur deposit tambang Martabe.

Dari hasil penjualan emas, sesuai laporan keterbukaan informasi United Tractors pada 24 Juli 2019, hingga semester I 2019, Agincourt membukukan penjualan 194 ribu emas setara ounces (GEOs). Penjualan tertinggi tercatat pada Maret 2019 sebesar 39 ribu GEOs.

Untuk penjualan Juni tercatat sebesar 29 ribu GEOs. Tahun ini United Tractors memasang target penjualan emas sebesar 360 ribu ounces.

Tak plak, Agincourt membukukan laba bersih US$166,79 juta(2018), naik bila dibandingkan (2017 ) sebesar US$151,34 juta.

Adanya kenaikan pendapatan ini  ditopang kenaikan pendapatan dari US$484,44 juta menjadi US$574,19 juta serta penurunan beban pokok penjualan (cost of goods sold/COGS) menjadi US$205,52 juta dari 2017 sebesar US$217,58 juta.

Sementara itu, EBITDA mencapai US$270,7 juta, naik dari 2017 sebesar US$ 203,2 juta.

PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, yang 95% sahamnya dikuasai PT Danusa Tambang Nusantara sedangkan sisanya 5% dipegang oleh BUMD milik pemda yaitu PT Artha Nugraha Agung (ANA).

Dana Tambang Nusantara merupakan perusahaan terafiliasi Astra melalui kepemilikan PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Pamapersada Nusantara masing-masing 60% dan 40%. (MK)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category