Energy

Proyek Transmisi Kabel Bawah Laut Tetap Berjalan

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan pembangunan proyek transmisi kabel bawah laut High Voltage Direct Current (HVDC) 500 kV Sumatera Jawa harus tetap dijalankan.

Direktur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman mengatakan pembangunan HVDC 500 kV ini sebagai langkah untuk mengantisipasi kebutuhan listrik di Pulau Jawa. Saat ini, margin cadangan (reserve margin) Pulau Jawa hanya 30 persen. Apabila bertambah lagi penggunanya, maka listrik di Pulau Jawa bisa berkurang.

"Jawa itu sekarang reserve margin-nya pas-pasan yaitu 30 persen. Di luar Jawa memang kurang, jadi reserve margin pas 30 persen, kalau tidak ditambah lagi akan drop, dan kalau drop nanti akan sering padam-padam," kata Jarman di Jakarta Rabu (22/6).

Menurutnya,. HVDC ini yang akan menjadi interkoneksi untuk memperbaiki sistem listrik Sumatera dan Jawa. Nantinya, HVDC akan seperti interkoneksi ASEAN Power Grid yang menjadi penghubung negara ASEAN.

Di sisi lain, terkait pinalti pembangunan HVDC Sumatera-Jawa 500 kV yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025, akan terjadi apabila ada pendanaan yang telah dikeluarkan. Sehingga komitmen pembangunan HVDC selaras dengan pembangunan PLTU mulut tambang Sumsel 8 kapasitas 2x600 megawatt (mw), Sumsel 9 kapasitas 2x600 mw, dan Sumsel 10 kapasitas 1x600 mw.

Sebelumnya, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka mengatakan tidak ada pinalti untuk pembangunan proyek HVDC. Namun, yang dimaksud risiko itu adalah ketika proyek HVDC terlambat dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8, 9, 10 sudah selesai, maka PLN akan terkena take or pay (TOP) ke pengembang llistrik swasta (Indonesia Power Producer/IPP) yang mengerjakan PLTU itu. (mk)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category