Energy

Proyek GISTET 500 kV Tambun Telah Dimulai Pembangunannya

img title

Bekasi, petroenergy.id - Proyek pembangunan Gas Insulated Substation Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV Tambun, Bekasi, merupakan program 35 ribu MW yang disalurkan melalui 46.000 kms jaringan transmisi dan 109.000MVA gardu induk (GI), telah dimulai pembangunannya.

Demikian dikatakan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat, Murtaqi Syamsuddin, ketika menghadiri doa bersama bertanda dimulainya pembangunan GISTET 500 kV Tambun, di lokasi proyek GISTET 500 kV Tambun - Bekasi, Jumat (3/3).

“GISTET 500 kV Tambun dibangun di atas tanah seluas 5,3 ha dan akan memakan waktu konstruksi selama 18 - 24 bulan. Setelah proyek ini selesai nanti, maka GISTET 500 kV Tambun akan mampu melayani beban industri dan masyarakat sebesar total 2.000A MVA,” kata Murtaqi Syamsuddin.

Murtaqi Syamsuddin mengatakan, GISTET 500kV Tambun akan memotong konfigurasi double phi incomer dari SUTET 500 kV Muara Tawar - Bekasi - Cibinong dan juga disiapkan koneksi ke GISTET 500 kV Deltamas, sehingga GISTET 500 kV Tambun terdapat total 6 diameter peralatan elektromekanik.

Selain itu, kata Murtaqi, GIS 150 vkV Tambun juga dipersiapkan trafo daya yang melayani masyarakat di sekitar GI dengan kapasitas 2 x 60 MVA pada tahap awal dan dapat dikembangkan menjadi total 4 x60 MVA sesuai dengan kebutuhan industry dan masyarakat sekitar.

Ditambahkan Murtaqi Samsuddin bahwa pelayanan listrik yang dipikul oleh 11 GITET yang mengelilingi daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang selama ini  trafo interbus 500/150kV-nya sudah berbeban lebih dari 80 persen. Namun, dengan beroperasinya trafo interbus 2x500 MVA di Tambun,  ini akan dapat dikurangi beban yang 80 persen tersebut.

“Termasuk yang sedang dibangun GITET 500 kV Duri Kusambi kapasitas 2x500MVA serta renana pembangunan GITET 500 kV Priok 2x500 kV, GITET Muara Karang 2x500 kV dan GITET 500 kV Deltamas kapasitas 2x500 kV serta beberapa tambahan trafo IBT 4 di Gandul, Cawang dan GITET lainnya,” ujar Murtqi Samsuddin.

Sementara, di tempat yang sama, General Manager Unit Induk Pembangunan GITET Jawa Bagian Barat, Robert Aprianto Purba, mengatakan, material untuk kebutuhan proyek GISTET 500 kV Tambun diperkirkan tiba pada Agustus 2017. “Karena, materialnya belum mampu diproduksi di dalam negeri, maka material ini didatangkan dari luar negeri,” kata Robert Tambunan.

Robert mengatakan, pebangunan ini akan berjalan sesuai rencana apabila mendapat dukungan dari semua pihak terkait, dimualai dari masyarakat sekitar, prangkat keluarahan, Camat  dan termasuk Walikota Bekasi. “Oleh karena itu, kami mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak terkait, utamanya Ibu Camat dan Walikota Bekasi,” kata Robert Aprianto Purba.

Dengan beroperasi GISTET 500 kV Tabun pada tahun 2018 mendatang, kata Robert, merdorong Kodya Bekasi menjadi lebih berkembang, terutama berpotensi pengembangan induatri. “Sekali lagi, kami mohon dukungan penuh Pemda setempat,” tandas Robert. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category