Oil & Gas

Progress Anak Perusahaan Pertamina, PHE dan Pertamina EP

img title

Jakarta, petroenergy.id – Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto, didampingi antara Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Direktur Utama, PT Pertamina EP hadir di arena IPA Convex 2016. Bertempat di booth Pertamina, Dwi Soetjipto bersama para pipinan puncak anak Perusahaan Pertamina mejelaskan berbagai progress korporasi.

Direktur Utama Pertamina EP, Rony Gunawan, misalnya, mengatakan, salah progress Pertamina EP 2016 melakukan kegiatan seismic di Papua barat. “Dalam rangka menemukan cadangan (gas) baru, kami melakukan  kegiatan seismic di Papua Barat,” kayanya.

Menurut Rony, Peratmina EP melakukan  Seismik 2D Kupalanda  memiliki total panjang lintasan sepanjang 431 km, mencakup 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Sorong Selatan yang masuk ke wilayah Distrik Kokoda dan Kabupaten Teluk Bintuni yang terdiri dari 4 Distrik (Distrik Kamundan, Distrik Wiriagar, Distrik Tomu dan Distrik Aranday).

Rony optimis bila Pertamina EP berhasil menemukan cadangan gas baru di Papua Barat, maka pada tahaun 2020 sampai 2021, gas tersebut diprduksikan. “Tolong didoakan semoga kami berhasil untuk menambah cadangan baru. Dan, bila berhasil ditemukan, maka dalam 3 atau 5 tahun ke depan, gas trsebut dapat diproduksi,” tandanya.

Sementara, PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ambalat Timur hari ini secara resmi mendapatkan kepercayaan pengelolaan Blok Minyak dan Gas Bumi yaitu Blok East Ambalat.

PT PHE Ambalat Timur yang merupakan anak perusahaan dari PT Pertamina Hulu Energi, bertindak selaku operator dengan participating Interest 100% pada Blok tersebut. Production Sharing Contract (PSC) Blok East Ambalat akan berlaku selama 30 tahun dengan komitmen pasti pada tiga tahun pertama sebesar US$8,5 juta.

Blok East Ambalat terletak di perbatasan Indonesia - Malaysia dan secara geologi berada di Cekungan Tarakan, perairan laut dalam Kalimantan Utara, dengan jarak ± 80 km di sebelah Timur Kota Tarakan dengan kedalaman air laut berkisar 2,000 m, mencakup area seluas 4.735 km2.  Blok East Ambalat terletak sekitar 100 km ke Bunyu Production Facilities.

Pengembangan bisnis hulu merupakan salah satu dari 5 pilar prioritas strategis Pertamina untuk mencapai visi sebagai world class national energy company pada 2025. Dengan semangat aggressive upstream, profitable downstream Pertamina terus berupaya untuk dapat meningkatkan kontribusinya sebagai NOC dari posisi saat ini yang masih sekitar 26% terhadap total produksi nasional. 

"Penguasaan Blok East Ambalat juga memiliki arti strategis bagi Pertamina dalam upaya mengembangkan aktivitas eksplorasi aset domestik, khususnya di area Deep Water dan frontier," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro. mulkani

 

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category