Investment

Presiden Resmikan 8 Proyek Infrastruktur EBT di Kawasan Timur Indonesia

img title

Jakarta, petroenergy.id  – Presiden, Joko Widodo dijadwalkan akan meresmikan 8 Proyek Infrastruktur berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang berlokasi di kawasan Indonesia Timur. Delapan proyek tersebut seluruhnya merupakan bagian dari realisasi penyediaan listrik 35 ribu Megawatt (MW) yang diperuntukkan bagi masyarakat. Total investasi proyek infrastruktur mencapai Rp. 61.032.688.200.Selasa (5/4).

Web resmi Kementerian ESDM edisi Selasa (5/4) menyebutkan, delapan proyek yang terdiri dari delapan pembangkit berlokasi di empat Provinsi Wilayah Timur Indonesia yakni di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara dengan total kapasitas sebesar 1.295 KW yang mengaliri sebanyak 216 unit rumah dan fasilitas umum serta interkoneksi dengan jaringan PLN eksisting.

 

Delapan proyek yang diresmikan Presiden  Joko Widodo  adalah Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro (PLTMH) di Provinsi Papua Barat PLTMH berlokasi di Desa Temel, Kecamatan Ayamaru Jaya, Kabupaten Maybrat, dengan kapasitas 280 KW. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat di Provinsi Papua Barat PLTS Terpusat dibangun di Kampung Harapan Jaya, Kecamatan Misool Selatan, Kabupaten Raja Ampat, berkapasitas 15 KW.

Kemudian, 2 (dua)  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid di Provinsi Papua PLTS Hybrid di Provinsi Papua dibangun di Desa Waropko, Kecamatan Waropko, Kabupaten Boven Digoel dan Desa Sota, Kecamatan Sota, Kabupaten Merauke. Masing-masing PLTS berkapasitas 100 KW dan interkoneksi dengan jaringan PLN yang sudah ada. Tiga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid di Provinsi Maluku.

PLTS Hybrid di Provinsi Maluku dibangun di tiga lokasi, yaitu di Desa BNPP: Adaut, Pulau Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dengan kapasitas 100 KW. PLTS Hybrid kedua berlokasi di Desa Tutukembong, Pulau Yamdena/Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat dengan kapasitas 250 KW dan kontribusi pengurangan emisi CO2 sebesar 320,706 ton/tahun. PLTS Hybrid ketiga dibangun di Desa Bomaki, Pulau Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dengan kapasitas 100 KW.

Disamping itu, Presiden juga meresmikan  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid di Provinsi Maluku Utara yang dibangun di Desa Wawama, Kecamatan Morotai Selatan, Kepulauan Morotai, dengan kapasitas 350 KW dan interkoneksi dengan jaringan PLN yang sudah ada.

Sementra, Kementerian ESDM terus mendorong berbagai upaya percepatan pengembangan energi baru terbarukan serta konservasi energi. Melalui program kelistrikan  35.000 MW, ditargetkan 23% persen merupakan pembangkit bersumberkan kepada energi baru dan terbarukan. Target pembangkit energi baru dan terbarukan ini akan dimasukkan ke dalam Rancangan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2016-2025. (nissa/mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category