Business

Potensi Energi Baru Terbarukan Belum Tergarap

img title

Jakarta, petroenergy.id - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi Terbarukan, Halim Kalla, mengatakan sebagai negara yang terkenal dengan industri perkebunan dan pertanian, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan penyediaan sumber energi baru terbarukan berbentuk biogas.

"Sebagai negara yang berbasis perkebunan dan pertanian, Indonesia punya peluang mengembangan energi baru terbarukan, terutama bioenergy," kata  Halim Kalla dalam gelaran 'Biogas Forum 2015' di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (23/3).

Namun, konsumsi energi Indonesia masih didominasi oleh bahan bakar fosil, terdiri dari bahan bakar minyak (BBM) berkontribusi lebih dari 50% dari total konsumsi energi nasional. Sementara, kata dia menambhakan, pemanfaatan energi baru terbarukan masih kurang dari 5 persen.

Menurutnya, biogas bisa dihasilkan dari hal paling sederhana dengan memanfaatkan produk sisa kegiatan perkebunan yang selama ini terbuang sia-sia menjadi limbah yang tidak dikelola lebih lanjut.

Dicontohkannya, limbah hasil pengolahan kelapa sawit. Ia mengatakan, ada sekitar 800 pabrik pengolahan kelapa sawit yang selain memproduksi minyak sawit, juga menghasilkan berbagai limbah termasuk salah satunya Palm Oil Mill Effluent (POME) alias Limbah Cair Pengolahan Sawit.

Disebutkan, rata-rata 100 ribu ton tandan buah segar (TBS) yang diolah setiap tahunnya, dapat dihasilkan POME yang bisa diolah lebih lanjut untuk menghasilkan biogas. Biogas ini dapat dimanfaatkan untuk memproduksi listrik hingga 1,3 Giga Watt atau sekitar 1.300 Mega Watt.

Dengan produksi yang demikian, maka sektor perkebunan kelapa sawit nasional dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian program pemerintah membangun 35.000 Mega Watt pembangkit listrik dalam 5 tahun hanya dengan mengolah limbah sisa pengolahan kelapa sawit.

"Seperti yang kita tahu, Pemerintah Indonesia punya program besar yakni membangun pembangkit baru dengan kapasitas 35.000 Mega Watt. 25% di antaranya bakal dikontribusi dari energi baru terbarukan termasuk biogas," kata dia.

Untuk itu, lewat gelaran Biogas Indonesia Forum 2016 ini, ia mengharapkan ada sumbang pemikiran yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia termasuk dalam pemanfaatan untuk mendukung program-program pemerintah.

Selain rangkaian diskusi yang digelar hari ini, ada juga pameran dari sekitar 32 perusahaan produsen teknologi dan permesinan untuk memproduksi biogas serta ratusan peserta seminar yang datang dari kalangan industri, investor dan regulator serta pemerintah.

"Kadin Indonesia punya tanggung jawab untuk mewujudkan target pemerintah tersebut dengan menciptakan koordinasi yang baik antara pemerintah dan swasta. Saya harap forum ini bisa memberikan kontribusi yang besar dalam pengembangan ketahanan energi nasional," katanya.  (mulkani)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category