Business

POS Logistik Targetkan Jadi Solusi Logistik Proyek 35.000 MW

img title

Jakarta, Petroenergy.id – Total nilai proyek listrik 35.000 MW sebesar USD 72 milyar sangat dinantikan oleh berbagai supply chain yang ingin berperan. Tak terkecuali adalah PT POS Logistik yang merupakan anak perusahaan dari PT POS Indonesia (Persero).

PLT Direktur Utama PT POS Logistik Indonesia Yan Hendry Jauwena dalam wawancara ekslusif dengan Petroenergy menyatakan, bahwa phaknya sudah sangat mempersiapkan agar POS Logistik bisa mengambil peran di proyek ini.

“Kami sedang siapkan semua dan melakukan berbagai presentasi. Sebab bayangkan jika porsi logistiknya saja sudah 15% itu berarti sudah mencapai angka USD 10,8 milyar. Ini tentunya peluang besar,” katanya.

Untuk mewujudkan ini diantaranya POS Logistik akan melakukan contract charter beberapa kapal laut. POS Logistik akan memilih menyewa kapal-kapal seperti tongkang atau barge yang dimiliki BUMN lain yang dalam status sedang tidak dipakai. “Tujuannya optimalisasi asset BUMN. Intinya kita lebih suka system kerjasama dengan menyewa karena kita tak mau ada beban maintenance. DHL pun juga melakukan hal yang sama seperti ini,” ujarnya.

Diantara keunggulan POS Logistik nantinya dalam proyek ini adalah lebih mengetahui dan memahami karakteristik Indonesia sampai di remote area. Sebab ada contoh kasus adalah beberapa perusahaan logistick swasta baik asing dan dalam Negeri banyak yang angkat tangan bila harus mengirmkan paket ke remote area ini. “Ujung-ujungnya malah minta bantuan ke kami. Jadi ya kami solusi logistic proyek 35.000 MW ini,” jelas Yan.

Disisi lain Yan menyadari adanya tantangan dalam proyek 35.000 MW ini antara lain faktor tepat waktu terkirim logistiknya sebab jika terlambat maka perusahaan EPC tersebut nantinya bisa dikenakan penalty oleh PT PLN (Perusahaan Listrik Negara). Sedangkan bila terlalu cepat
maka akan menimbulkan cost biaya maintanace.

“Untuk hal ini kuncinya adalah rencana yang matang dan komunikasi yang jelas dan aktual dari pengiriman Negara asal hingga MPO (Meet Point Operation). Jadi semua harus terkoneksi secara komunikasi dan terlihat transparan secara sistem satelit. Semua ini bisa dilakukan dengan baik
kecuali mengalami post majeure,” katanya. (adi)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category