CSR

PLN Wilayah NTB Raih Penghargaan CSR dari Gubernur

img title

Mataram, petroenergy.id – PT PLN (Persero) Wilayah NTB menerima penghargaan Padmamitra Award untuk Kategori Perusahaan BUMN Jasa yang menyelenggarakan Tanggung Jawab Sosial di Bidang Kesejahteraan Sosial. Penghargaan tingkat Provinsi ini diserahkan oleh Gubernur Provinsi NTB yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi NTB, Drs. Imhal, di Hotel Grand Legi, Mataram pada Selasa lalu (20/3/2018).

Saat ini, program berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fokus kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PLN. Pemberdayaan masyarakat dinilai akan membangun kemandirian masyarakat yang dapat membantu peningkatan ekonomi.

Beberapa program Corporate Social Responsibility (CSR/PLN Peduli) yang dilaksanakan oleh PLN Wilayah NTB adalah pengembangan usaha pemburu madu hutan yang berada di Semongkat, Sumbawa; pengembangan produksi kompos dengan kemasan laik jual di Desa Taman Ayu, Lombok Barat; serta pengembangan Bank Sampah dan Kawasan Wisata Kreatif Sampah Terpadu (Kawis Krisant), yang berada di Lingkungan Banjar Kota Mataram.

Dalam kesempatan tersebut Manajer Bidang SDM dan Umum PLN Wilayah NTB Deddy Hidayat, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi NTB dan Forum CSR Kesejahteraan Sosial NTB atas penghargaan yang diberikan.

“Terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan kepada kami. Tentunya penghargaan ini menjadi salah satu bukti keseriusan kami di PLN untuk melaksanakan kegiatan CSR. Tidak hanya menjadi pengguguran kewajiban saja, namun juga tanggung jawab moril perusahaan kepada masyarakat,” ujar Deddy Hidayat.

Pada acara penghargaan tersebut, Imhal menyampaikan apresiasinya terhadap upaya perusahaan dalam program CSR yang dilaksanakan.

“Ini merupakan bentuk apresiasi kami terhadap dunia usaha yang telah ikut berperan aktif dalam menjalankan program CSR (Corporate Social Responsibility), terutama dalam upaya membantu pemerintah menurunkan angka kemiskinan. Pada tahun 2016, angka kemiskinan di NTB sebesar 16 persen, pada tahun 2017 menurun menjadi 15 persen, dan pada akhir tahun 2018 ditargetkan telah mencapai 14 persen,” jelas Imhal.   

Imhal juga berharap agar seluruh dunia usaha yang berkecimpung di NTB dapat terus melaksanakan program CSR yang berkelanjutan dan membantu menurunkan angka kemiskinan melalui koordinasi Forum CSR Kesejahteraan Sosial.(mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category