Energy

PLN Gunakan MVPP, Solusi Cepat Kebutuhan Listrik di Pulau Ambon

img title
Ambon, petroenergy.id  - Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) dari Turki yang disewa oleh PLN tiba di Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku pada Rabu lalu (15/3) menjadi solusi cepat bagi kebutuhan listrik Pulau Ambon. Saat ini, MVPP melewati serangkaian tahap pengujian sebelum dapat beroperasi secara komersial (COD) yang direncanakan pada akhir Maret 2017.
 
MVPP ini nantinya akan menyalurkan daya melalui jaringan transmisi 70 kV ke Gardu Induk (GI) Passo dan GI Sirimau yang sudah selesai dibangun tahun 2016 sebelum akhirnya disalurkan ke jaringan distribusi menuju rumah-rumah pelanggan.
 
"Hari ini kita sedang melakukan uji beban sebelum nanti dapat 100% masuk ke sistem Ambon secara komersial. Untuk menjawab kebutuhan listrik di Pulau Ambon, PLN teken kontrak 60 MW dengan PT Kar Powership Indonesia untuk sewa MVPP. Namun, kapasitas yang terpasang pada kapal pembangkit ini dapat menampung hingga 120 MW," ujar Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Haryanto W.S.
 
Hadirnya MVPP di Ambon selain untuk menambah kapasitas daya terpasang, juga untuk menggantikan mesin-mesin pembangkit yang sudah tua sambil PLN membangun pembangkit lainnya di wilayah Maluku demi kehandalan sistem.
 
Haryanto menambahkan bahwa adanya penambahan pasokan listrik melalui MVPP tersebut diharapkan dapat memenuhi pertumbuhan dan menarik investor ke Ambon serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
 
"Ini merupakan salah satu upaya kami untuk terus memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat Maluku, khususnya di Pulau Ambon," ujarnya.
 
Sebelum MVPP ini dapat dioperasikan secara penuh di akhir bulan ini, dibutuhkan beberapa tahapan pengujian yang meliputi tahapan pemberian tegangan, sinkronisasi dan tes beban. Sehubungan dengan hal tersebut, PLN akan meminimalisir kemungkinan adanya pemadaman di beberapa titik karena dibutuhkan penyesuaian pengoperasian MVPP,  jaringan transmisi, dan gardu induk.
 
Kapal pembangkit berbahan bakar Heavy Fuel Oil (HFO) ini disewa oleh PLN selama 5 (lima) tahun untuk mencukupi pasokan listrik Pulau Ambon. Kapal pembangkit serupa sebelumnya sudah berhasil beroperasi di Amurang, Sulawesi Utara (120 MW) dan Kupang, NTT (60 MW). Selanjutnya, dua kapal lagi akan segera menerangi Lombok, NTB (60 MW) dan Belawan, Sumatera Utara (240 MW). Seluruh MVPP ini juga merupakan bagian dari Program 35.000 MW.(mk)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category