Energy

PLN Bicara Soal 34 Proyek Pembangkit Listrik Mangkrak

img title

Jakarta, petroenergy.id – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengklarifikas kondisi akhir (update) 34  proyek pembangkit listrik mangkrak di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi - Nusa Tenggara, dan Papua. Dari 34 proyek listrik terkendala tersebut berkapasitas total 627,8 megawatt (MW).

Demikian ditegaskan Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, dalam jumpa pers yang berlansung di rauang Barantas, Kantor Pusat PLN, Rabu (23/11)

Menurutnya, dari 34 proyek pembangkit listrik yang terkendala pembangunannya itu, 17 proyek diantaranya dilanjutkan, 6 proyek diterminasi/dilanjutan dan 11 proyek diterminasi.

“Kondisi terakhir dari 34 proyek pembangkit listrik terkendala, 17 diantaranya dilanjutkan, 6 proyek diterminasi/dilanjutkan (diteruskan oleh PLN—red), dan 11 proyek diterminasi,” kata I Made Suprateka.

I Made Suprateka mengatakan,‎ berdasarkan dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP), diketahui terdapat 34 proyek pembangkit berskala kecil terkendala berkapasitas total 627,8 MW. 

I Made menambahkan, dari 34 proyek yang terkendala saat ini terdapat 17 proyek yang telah dilanjutkan dan memiliki jalan keluar alias berjalan normal. Enam proyek telah diputuskan kontraknya dan di ambilalih oleh PLN untuk dilanjutkan pembangunannya, dan 11 proyek yang terminasi, atau diganti dengan alternative pengganti, diganti dengan Gardu Induk (Gi).

Ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan kebutuhan mendesak masyarakat akan listrik di daerah terkendala tersebut, I Made menuturukan, PLN telah melakukan alternatif pengganti, misalnya, dengan mengantinya dengan penyediaan GI tersebut diatas.

“Seperti telah dijelaskan diatas, ada 6 proyek yang dihentikan kontraknya, ini PLN telah menggantinya dengan alternatif pengganti, yaitu selain dengan menggunakan GI, PLN juga akan memanfaatkan IPP yang siap beroperasi yang ada suatu daerah. Kemudian, PLN juga akan menggunakan pembangkit berbahan bakar gas yang relatif lebih cepat pembangunannya,” kata I Made.

I Made menuturkan, semua proyek yang terkendala ini merupakan proyek-proyek yang berada dalam kontrak antara 2007 hingga 2012. Adapun total 11 proyek terminasi ini berkapasitas 147 MW dan tidak ada satu pun yang masuk dalam program 35 ribu WM. 

Dijelaskan pula bahwa PLN telah meminta pertimbangan dan verifikasi dari BPKP dan audit internal PLN. Selain itu. PLN juga melibatkan pihak ketiga (eksternal). Ini, dilakukan PLN untuk menghitung secara menyeluruh apa yang harus dilakukan ke depan dengan memperhatikan kebutuhan, nilai keekonomian dan faktor teknis. (mk)

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category