Business

PGN Raih Laba Bersih Rp 3,23 Triliun Kuartal III-2016

img title

Jakarta, petroenergy.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., (PGN), mengumumkan laba bersih yang diraih perseroan sebesar Rp3,23 triliun than 2016. Hal ini menunjukan kinerja perusahaan terus membaik kendati harga minyak dunia turun signifikan serta nilai tukar rupiah yang berfluktuasi.

Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, di Jakarta, mengatakan, PGN berhasil meraih laba antara lain melalui upaya-upaya efisiensi . "Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," kata Heri Yusup.

Menurutnya, hingga kuartal III tahun 2016, PGN membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 2,16 miliar naik sebesar US$ 17,32 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 2,14 miliar.

Peningkatan pendapatan emiten berkode PGAS tersebut terutama diperoleh dari hasil kontribusi dari beroperasinya pipa transmisi gas bumi Kalija I yang dioperasikan PT Kalimantan Jawa Gas dan hasil kontribusi penjualan gas dari sektor hulu melalui SEI.

Sedangkan Laba operasi sembilan bulan di tahun 2016 sebesar US$ 394,24 juta. Sementara laba bersih sebesar US$ 241,99 juta atau Rp 3,23 triliun (kurs rata-rata sembilan bulan di tahun 2016 Rp 13.328).

Adapun EBITDA sembilan bulan di tahun 2016 sebesar US$ 641,51 juta, naik sebesar US$ 27,17 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 614,34 juta.

Selama periode Januari-September 2016, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 1.595 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1.556 MMSCFD.

Rinciannya, sepanjang Kuartal III-2016 volume gas distribusi sebesar 793 MMSCFD, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 789 MMSCFD dan volume transmisi/pengangkutan gas bumi sebesar 802 MMSCFD, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 767 MMSCFD.

Heri mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

Heri mengungkapkan, PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada kuartal III-2016, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 241 km dan saat ini mencapai lebih dari 7.267  km atau setara dengan 78% pipa gas bumi hilir nasional.

Dari infrastruktur gas bumi tersebut, PGN memasok gas bumi ke lebih dari 119.960 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.929  usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.630 industri berskala besar dan pembangkit listrik.

Sejumlah proyek yang telah diselesaikan PGN dengan tepat waktu seperti proyek pipa gas Kalisogo-Waru, Jawa Timur sepanjang 30 km. Kemudian PGN juga menyelesaikan proyek di ruas Jetis-Ploso di wilayah Mojokerto sampai Jombang sepanjang 27 km. Juga proyek ruas Kejayan-Purwosari di Pasuruan sepanjang 15 km.

Selain di Jawa Timur, PGN juga menyelesaikan proyek infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 18,3 km di Batam. Proyek pipa gas yang berada di kawasan bisnis Batam ini akan menyalurkan gas bumi ke wilayah Nagoya, Lubuk Baja, dan Jodoh di Batam.

PGN saat ini sedang mengerjakan proyek pipa distribusi gas Muara Karang-Muara Bekasi sepanjang 42 km, serta beberapa pengembangan jaringan infrastruktur gas lainnya seperti di Jawa Barat sepanjang 43 km dan di Surabaya sepanjang 23 km.

"PGN terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik dan turunnya harga minyak mentah dunia," tutup Heri.(mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category