Investment

Pertamina Lubricant Siapkan Turbo Lube Untuk Turbin Proyek Listrik 35.000 Mw

img title

Jakarta, PetroEnergy.id -- Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, Andria Nusa mengaku sangat mendukung program Pemerintah untuk proyek listrik 35.000 Mw. Untuk itu pihaknya sudah menyiapkan produk-produk Pelumas untuk mesin turbin bagi pembangkit listrik baik itu turbin untuk PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) atau PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas). "Kami rasa proyek listrik ini memang salah satu kesempatan bagi kami untuk meningkatkan penjualan," katanya menjawab pertanyaan PetroEnergy belum lama ini di Jakarta.

Ia menambahkan, Pertamina Lubricant sudah siapkan salah satu produk yaitu Turbo Lube dengan berbagai variasi dan spesifikasinya. Walau belum 100%, produk ini sudah mendapat approval sekitar 50% dari pembuat mesin turbin.

Persiapan lain adalah ketersediaan stok produk. Sebab dengan jaminan ketersediaan produk ini maka Pertamina Lubricants bisa melakukan persaingan harga. Apalagi saat ini Pertamina Lubricants sudah memiliki pabrik dan base oil sendiri termasuk dari kualitas dan kuantitas SDM (Sumber Daya Manusia). "Kita optimis bisa bersaing nanti," ujarnya.

Akan halnya banyak mesin turbin dari Tiongkok yang dipakai untuk proyek pembangkit nanti ia menyatakan hal itu tidak menjadi masalah. Sebab untuk jenis mesin turbin dari Tiongkok Pertamina Lubricant sudah mengadakan kerjasama dengan pembuat merk mesin yang asli. "Jadi tidak masalah karena biasanya mereka bisa menerima approval dari pemilik brand. Bahkan kalau mesin turbin buatan Cina sendiri juga tak masalah karena kami sedang mengajukan approval kepada mereka," ujarnya.

Andria mengaku siap menghadapi kompetitor seperti Exxon, Shell dan lain-lain di proyek pengadaannya nanti. Yang penting, kata dia adalah kualitas, layanan purna jual juga harus kontinyu. Disamping itu Pertamina Lubricant sudah mempunyai tim ahli dan laboratorium untuk mendukung analisa pelumas di industri-industri pembangkit listrik. "Jadi kita sudah lengkap," tegasnya.

Namun ia menyayangkan saat ini untuk hal TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) di proyek listrik 35.000 Mw belum diterapkan. Yang banyak adalah di sektor migas . "TKDN adalah hal yang sangat baik bagi kepentingan Negara. Kami mendukung ada juga di industri diproyek-proyek yang memang dibiayai oleh APBN termasuk di proyek listrik ini," tukasnya. (adi)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category