Company

Pertamina Drilling Services Lihatkan Kinerja yang Baik Tahun 2016

img title

Jakarta, petroenergy.id - Kinerja PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang rig dan services, sepanjang tahun 2016 tercatat sangat baik.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PDSI Lelin Eprianto dalam Town Hall Meeting perdana tahun 2017 yang digelar di Graha PDSI, Matraman, Jakarta, awal Februari lalu. Menurut Lelin, banyak pencapaian kinerja PDSI tahun ini yang merupakan capaian terbaik sepanjang lima tahun terakhir. 

Dari sisi HSSE misalnya, angka TRIR (Total Recordable Incident Rate) selama tahun 2016 tercatat hanya 0,53. “Sebuah pencapaian yang jauh lebih baik sebesar 74% jika dibanding target yang dicanangkan sebesar 2,05, dan merupakan capaian paling baik selama PDSI berdiri,” ungkapnya melalui rilis yang diterima petroenergy.id, Senin (13/2).

Disampaikan olehnya, pencapaian ini bukti keberhasilan kampanye “Salam 5 Jari” yang terus digelorakan semangatnya pada tahun 2016. Diungkapkan Lelin, apresiasi keberhasilan “Salam 5 Jari PDSI” sendiri banyak disampaikan oleh stakeholder PDSI dan hal tersebut menambah semangat semua pekerja untuk mewujudkan bahwa PDSI sangat memperhatikan dan mengutamakan aspek safety dalam operasionalnya.

Sementara dari sisi keuangan, Direktur Keuangan dan Administrasi PDSI Desandri menyampaikan apresiasinya atas dahsyatnya keberhasilan sebuah sinergi yang dibangun Tim PDSI sehingga berhasil menekan angka collection period dari semula 162 hari di tahun 2015 menjadi 92 hari untuk tahun 2016. 

“Dapat kami sebutkan di sini bahwa inilah capaian collection period terbaik sepanjang sejarah PDSI,”ungkap Desandri. Ditambahkan olehnya, pencapaian tersebut merupakan upaya pekerja PDSI dalam membuktikan bahwa Collection Period PDSI bisa dicapai di bawah 100 hari.

Lebih lanjut Desandri menyampaikan angka utilisasi ERP yang tercapai 100%, merupakan perolehan terbaik sejak tahun 2011. Dengan demikian, baik EBITDA maupun net profit PDSI mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Sementara itu, dari aspek operasional PDSI juga tak kalah menuai hasil positif. Direktur Operasi PDSI Gandot Werdiantoro mengungkapkan bahwa kinerja operasi rig PDSI dapat dilihat dari pencapaian tingkat availability rig sebesar 99,2% dan productivity sebesar 48,28%.

Memang terdapat catatan 2,01% tingkat Non Productive Time (NPT) yang dikarenakan kerusakan alat. Namun di tahun 2017 ini, sistem maintenance akan mengalami perubahan menjadi “planned management” untuk menuju proactive dan strategyc management sehingga diharapkan angka NPT di tahun 2017 dapat ditekan menjadi kurang dari 2%.

Direktur Marketing & Development PDSI Satoto Agustono mengungkapkan bahwa tahun 2017 ini adalah tahun yang sibuk bagi PDSI, karena peluang cukup besar telah terbuka. Ratusan sumur yang merupakan kumulasi dari PEP dan PGE telah siap menunggu performa PDSI. 

“Mohon doanya dari kita semua agar rig PDSI dapat hadir menampilkan performance-nya di sana, karena keberhasilannya akan membawa impact yang besar bagi PDSI,”ujarnya.(mk)

ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category