Investment

Pertamina Bangun Apartemen Hunian Karyawan

img title

Jakarta, petroenergy.id – Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi, mengatakan pembangunan apartemen RU V Balikpapan memiliki makna penting bagi kesuksesan pelaksanaan RDMP RU V Balikpapan yang ditargetkan akan mulai beroperasi pada akhir 2019.

Dalam sambutan pada acara pendandatangan kontrak proyek pembangunan apartemen Refinery Unit V Balikpapan senilai Rp497 miliar, Rachmad Haradadi lebih jauh mengatakan,  apartemen akan digunakan sebagai hunian bagi pekerja Pertamina yang saat ini menempati rumah dinas di atas lahan yang akan digunakan sebagai lokasi proyek RDMP RU V Balikpapan.

“Apartemen untu hunian para pekerja Pertamina yang saat ini menempati rumah dinas di atas lahan yang akan digunakan sebagai lokasi proyek RDMP RU V Balikpapan,” kata  Rachmad Haradadi, Senin (25/4).

Menurutnya, tahapan-tahapan menuju penandatanganan kontrak  telah dilalui dengan sangat baik dan diharapkan sinergi akan terwujud pada tahap pelaksanaan konstruksi nanti. Pembangunan apartemen RU V Balikpapan ini sangat menentukan bagi tata waktu penyelesaian RDMP RU V Balikpapan yang telah disusun secara ketat untuk memenuhi target perseroan dan juga harapan pemerintah.

 

Sementara, Direktur Pemasaran dan SDM  PT Pembangunan Perumahan (PP), I Wayan Karioka, mengatakan sebagai pengmbang menyambut baik tantangan Pertamina. Menurutnya,  dengan bekal pengalaman dan reputasi perusahaan dalam penyelesaian proyek-proyek besar, termasuk di Kalimantan, PP akan sanggup menuntaskan proyek apartemen RU V Balikpapan secara tepat waktu dan mutu.

“Kami sangat mengapresiasi Pertamina atas penetapan PP sebagai kontraktor pembangunan apartemen RU V Balikpapan dan kami anggap ini adalah suatu kehormatan. Dengan sinergi dan koordinasi yang erat antara Pertamina dan PP, kami tentu akan selesaikan proyek ini tepat waktu dan mutu,” kata I Wayan Karioka.

Rachmad Hardadi  mengatakan RDMP RU V Balikpapan yang dilaksanakan secara mandiri oleh Pertamina, berpotensi menjadi proyek pembangunan kilang pertama dan tercepat di dunia. RDMP RU V Balikpapan juga menjadi proyek pertama yang secara fisik dilaksanakan dari RDMP maupun New Grass Root Refinery yang direncanakan perusahaan.

Rachmat Hardadi mentargetkan akhir 2019 RDMP RU V Balikpapan dapat beroperasi secara komersial. “Artinya Q2 2019 proyek mechanical completion sudah harus tuntas atau dengan kata lain konstruksi dari RDMP RU V Balikpapan harus tuntas dalam waktu hanya 3 tahun. Belum ada di dunia lama pengerjaan kilang kurang dari 4 tahun sehingga apabila tuntas nanti, RDMP RU V Balikpapan akan jadi yang pertama,” tandas Rachmad Hardadi. mulkani

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category