Energy

Pertamina Apresiasi Seorang Guru Pencipta Biofuel di Probolinggo

img title

Jakarta, petroenergy.id - Sunardi seorang guru di Probolinggo memprakarsai pembuatan peralatan tenaga surya yang mengalirkan energi listrik ke sekolah-sekolah. Selain itu, melalui kerjasama dengan warga peternak sapi, Sunardi berhasil membuat biofuel yang dihasilkan oleh kotoran sapi, dimana 20kg kotoran sapi dapat menghasilkan energi panas yang dapat digunakan untuk memasak skala besar selama 3 jam.

Siaran Pers Pertamina yang diterima Redaksi petroenergy.id, Senin (23/5) memberitakan bahwa Pertamina mengapresiasi atas prestasi Sunardi dalam mnciptakan pemanfaatan energi alternatif,  biofuel dari kotoran ternak.

“Saya ingin menciptakan kemandirian energi. Energi baru yang diciptakan ini harus dapat dinikmati masyarakat secara langsung dan juga ramah lingkungan. Pembinaan ke masyarakat dan berbagai sekolah merupakan sebuah tantangan yang besar di awal. Menciptakan pemahaman dan pemikiran yang sama menjadi kunci keberhasilan proyek ini,”  kata Sunardi.

Menurutnya, pembuatan biofuel ini bisa menghasilkan penghematan tagihan listrik bulanan tiap sekolah. Semula, setiap sekolah harus membayar tagihan listrik Rp 28.000.000 hingga Rp 30.000.000 setiap bulannya. Kini, terjadi penurunan biaya hingga 42% menjadi Rp 16.000.000 – Rp 17.000.000 per bulan.

“Saya bangga bahwa sejak tahun 2010, kota Probolinggo telah dianugerahi gelar Kota Adiwiyata karena dinilai telah turut melaksanakan upaya-upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi saat ini, maupun yang akan datang. Dahulu masih banyak sekolah yang kumuh, namun saat ini banyak sekolah yang sudah semakin hijau dan sebanyak 20 sekolah telah memenangkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata,” ujar Sunardi.

Oleh karena komitmen dan kontribusi nyata ini, Sunardi dianugerahi penghargaan Local Hero kategori “Pertamina Cerdas” oleh PT. Pertamina (Persero), pada tahun 2014 lalu. Pertamina menilai, bahwa apa yang telah dilakukan Sunardi sangat menginspirasi khalayak luas, untuk mulai peduli terhadap lingkungan serta menciptakan energi baru terbarukan,

Untuk mendukung program ini, pada tahun 2014, PT. Pertamina (Persero) melalui program corporate social responsibility (CSR), memberikan bantuan dana yang mendukung SMK Negeri 2 Probolinggo untuk menerima dan mengajar 87 siswa kurang mampu dari Papua dan melanjutkan kuliah.

“Ke depannya, sinergi dengan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat dan pemerintah menjadi hal yang krusial untuk terus menumbuhkan kelompok-kelompok yang peduli terhadap lingkungan,” kata Sunardi. mulkani

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category