Business

Pertamina Akui Adanya Penurunan Persentase Dividen Tahun 2016

img title

Jakarta, petroenrgy.id - Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman, menjelaskan penurunan persentase dividen tahun ini disebabkan banyaknya proyek-proyek migas yang dikelola perseroan yang membutuhkan investasi besar. Salah satunya adalah investasi pengeboran delapan sumur Blok Mahakam sebesar Rp 533 miliar.

Arief Budiman menjelaskan hal itu kepada wartawan dalam jumpa pers usai RUPS dan pengesahan Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik, di Ground Floor Gedung Utama Pertamina Kantor Pusat, Kamis (16/3).

Menurutnya, Perseroan tahun 2016 membagikan dividen Rp 12,1 triliun, atau 29 persen dari laba bersih tahun lalu Rp 41,8 Triliun. Persentasenya turun, katanya, jika dibandingkan tahun sebelumnya. Porsi dividen yang dibagikan tahun lalu mencapai 35 persen, atau Rp 6,8 triliun dari laba bersih 2015 sebesar Rp 19,4 triliun.

Arief menambahkan, alasannya selain mendanai proyek hulu, Pertamina juga membutuhkan dana investasi lainnya untuk menggarap proyek hilir seperti pembangunan kilang baru dan revitalisasi kilang (RDMP).

"Memang,  sebetulnya hal ini dilakukan agar kami memiliki kawasan yang membuat kami dapat melakukan investasi. Soalnya kami perlu pendanaan untuk proyek," katanya.

Arief menjelaskan tahun ini Pertamina menyiapkan belanja modal sebesar US$ 5-6 miliar atau sekitar Rp 80 triliun. Adapun 70 persen dari jumlah belanja modal ini dipergunakan untuk menunjang aktivitas hulu migas Pertamina, sisanya untuk hilir migas. 

Pertamina juga menargetkan tahun ini bisa melakukan efisiensi biaya diluar belanja modal, hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun. Angka ini menurun dari realisasi efisiensi yang dilakukan Pertamina pada tahun lalu di mana Pertamina berhasil melakukan penghematan hingga US$ 2,7 miliar. 

"Memang enggak kayak tahun lalu, apalagi saat ini harga minyak dunia relatif stabil. Kami cukup optimistis efisiensi di luar budget ini bisa tercapai US$ 1 miliar," kata dia.

Sementara, di tempat yang sama, Direktur Utama Pertamina Elia Massa Malik, mengatakan bahwa dirinya langsung tancap gas, dimana pada tahun ini pihaknya akan bekerja keras untuk menjaga kinerja dan strategi perusahaan. (mk)

 

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category