Business

Pertambangan Lesu, Anak Grup ASTRA Ekspansi ke Listrikan

img title

Jakarta, petronergy,id – Lababersih Grup Astra dari segmen alat berat dan
pertambangan menurun sebesar 55% menjadi Rp 442 milyar. PT United
Tractor (UT) , yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan melporkan
laba bersih sebesar Rp 731 milyar. “Laba bersih ASTRA disektor
pertambangan dan alat berat turun turun 55%. Ini disebabkan
disebabkan oeh penurunan pendapatan bersih akibat penurunan volume
bisnis, “ujar Presiden Direktur PT Astra International Tbk, dalam
jumpa pers setelah RUPS di Jakarta Rabu 27 April 2016.

Pada segmen usaha mesin kontsruksi pendapatan bersih mengalamai
penurunan seesara 13% karena penjualan alat berat Komatsu menurun 35%
menjadi 499 unit. Perusahaan kontraktor pertambangan PT Pamapersada
Nusantara (PAMA) yang merupakan anak UT juga mengalami penurunan
pendapatan bersih sebesar 20% akibat menurunnya kontrak produksi
batubara sebesar 4% menjadi 24 juta ton disertai dengan penurunan
kontrak pengupasan lapisan tanah (Overburden removal) sebesar 7%
menjadi 163 juta bank cubic matres.

Anak perusahaan UT dalam bidang pertambangan melaporkan peningkatan
penjualan batubara sebesar 2% menajdi 2 juta ton dengan penurunan
pendapatan bersih sebesar 11%. Walau mengalamai penurunan PAMA Persada
tetap melakukan berbagai ekspansi bisnis utamanya disektor
kelistrikan. PT Pama Persada mendirikan PT Energia Prima Nusantara
(EPN) didirikan pada 28 Januari 2014. PT EPN ini bergerak disektor
pembangkit listrik.

Dengan memanfaatkan tambang milik PAMA Group di Kalimantan Tengah, PT
EPN bertujuan meminimalisasi pemakainan diesel fuel melalui
pemanfaataan batubara yang ada. PT EPN juga menjadi core working team
sebagai project development support yang telah membantu UT dalam
proyek JAWA-4 (2x1000 MW). (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category